Tak Ambil Untung Banyak, Butik di Bangil Kebanjiran Order APD

Reporter : Wahyudi
BANTING SETIR : Karyawan butik di Bangil ini harus lembur menyesaian pesanan APD. didik/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Ditengah lesunya pelaku usaha akibat pandemi virus corona. Ternyata ada peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha agar tetap bertahan. Salah satunya memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim medis.

[irp]

Seperti yang dilakukan salah satu  butik di Bangil Pasuruan. Banting setir fokus memproduksi APD terutama hazmat suit.  “Saya murni ingin membantu para tenaga medis. Saya kasihan melihat tenaga medis yang kesulitan mendapatkan APD, mereka kesulitan mendapatkannya," kata Fais Yunianti pemilik butik busana muslim ini  dia.

[irp]

Dia menjelaskan, hazmat buatannya ini terbuat dari bahan yang sama sesuai dengan ketentuan dari WHO, yakni Spunbond Polypropylene dengan berat 75gsm, waterproof fabric, dan tidak dapat dicuci alias hanya digunakan untik pakai.

"Ini sesuai dengan yang sudah dianjurkan, memenuhi standarisasi dunia kesehatan. Mudah - mudahan ini bisa membantu pemerintah dalam menyediakan APD untuk tenaga medis," tambah dia.

[irp]

Da pun menjual hazmat ini dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dari harga pasaran. Per biji, ia menjual hazmat buatannya ini dengan harga Rp 65.000.  "Yang penting, saya tidak rugi. Sekalipun untung, tidak berlebihan dengan menjual harga per bijinya yang mahal," jelas dia.

Ia mengaku baru memulai pembuatan APD ini sejak seminggu terakhir. Baik dari pemerintah maupun dari relawan lainnya. Mulai, Surabaya, Bali, Jakarta dan masih banyak lagi.

"Kami kekurangan tenaga. Ini rencananya, mulai minggu depan saya akan tambah tenaga penjahitnya. Ini seminggu kami ditarget menyelesaikan pesanan 1.000 paket APD ini," jelasnya.

[irp]

Namun demikian sa,pai saat ini pemerintah Pasuruan belum menghubunginya. "Oh belum ada. Semisal diminta, saya siap membuatkannya,” katanya.. (dik/rtn)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru