KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ahli Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Retno Sari, MSc., Apt meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih produk hand sanitizer atau pembersih tangan. Konsumen diminta mencermati produk yang digunakan apakah sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan atau tidak.
[irp]
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
"Produk hand sanitizer merupakan produk yang masuk dalam kelompok perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT). Kebijakan terkait ijin edar PKRT mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No.1190/Menkes/Per/VIII/2010 tentang izin Edar Alat Kesehatan dan PKRT," kata Dr. Retno Sari, MSc., Apt.
Menurutnya, PKRT merupakan alat, bahan atau campuran untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan manusia, yang ditujukan untuk penggunaan di rumah tangga atau fasilitas umum. Salah satu ciri produk telah mendapatkan izin edar adalah terdapat tulisan nomor edar dari kemenkes.
"Namun masih ada kemungkinan para oknum memalsukan dan/atau meniru nomor izin edar yang disertakan pada kemasan," kata Pengajar Farmakologi Unair Surabaya ini..
[irp]
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'
Untuk itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan masyarakat adalah berhati-hati dalam membeli produk. Dan membeli produk, khususnya produk kesehatan seperti hand sanitizer di tempat yang jelas, di toko-toko resmi seperti apotik.
Apabila terpaksa membeli di e-commerce maka harus pandai-pandai melihat review produk yang akan dibeli. Sebab, banyak pedagang yang menjual produk baik tapi juga ada yang menjual produk tidak berkualitas bahkan penipuan. “Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat berhati-hati memilih dan membeli produk. Cermati tulisan tentang komposisi dan ijin edar yang tertera pada label,” pungkas Retno.
[irp]
Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH
Pandemi Covid-19 telah membuat beberapa produk sanitasi dan kesehatan menjadi langka di pasaran. Masker bedah dan hand sanitizer merupakan dua produk yang begitu cepat habis.
Informasi terkait cara membuat hand sanitizer banyak disebar di media masa. Beberapa oknum justru memanfaatkan situasi dan kondisi tersebut untuk menggali keuntungan yang tidak wajar, dengan menjual produk hand sanitizer yang tidak dapat dipercaya kualitasnya. (hen)
Editor : Redaksi