KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Semburan lumpur yang berada di lahan pertanian milik perhutani di petak 172 Kemantren Sukun, BKPH Gondang yang bertempat di perbukitan Dusun Kramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro akhirnya muncul hasil laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro.
Baca juga: Baru Diperbaiki, Proyek Pelindung Bengawan Solo Rp40 Miliar di Bojonegoro Kembali Ambrol
Kepala DLH Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, fenomena alam munculnya gelembung air yang terjadi pada bulan April 2023 lalu adalah fenomena gas-gas. Setelah mendapati laporan tersebut, petugas langsung mengambil sempel untuk di uji analisa air dan tanahnya.
Menurutnya, dari analisa tersebut adalah hasil uji analisa menunjukan beberapa parameter melebihi baku mutu yang menunjukan bahwa kandungan air tersebut tidak layak untuk di konsumsi, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap tanah dan tanaman.
"Semburan lumpur tidak layak dikonsumsi dan tidak berpengaruh pada lahan tanaman. Kandungan logam pada air tersebut sudah sesuai dengan baku mutu yang di tetapkan. Untuk kandungan logam pada tanah juga sudah sesuai dengan baku mutu," katanya. Selasa (9/5/2023).
Meskipun begitu, langkah dari DLH karena semburan tersebut berada di wilayah kewenangan perhutani tentu yang memiliki hak adalah pihak perhutani. "Yang pasti bagi kami pihak DLH berdasarkan hasil lab tidak membahayakan bagi warga, itu yang utama," pungkasnya.
Berikut hasil lab dari DLH Bojonegoro
1. Hasil analisa air di Desa Jari Kecamatan Gondang menunjukkan beberapa parameter telah melampaui baku mutu / ambang batas sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI.
2. Parameter yang melampaui baku mutu antara lain
a. TDS yang merupakan zat terlarut dan TSS merupakan padatan yang ada pada larutan namun tidak terlarut. TSS dan TDS dapat menyebabkan air menjadi keruh. kekeruhan tersebut dikarenakan timbulnya gelembung sehingga partikel tanah bercampur pada air.
b. BOD adalah kebutuhan oksigen untuk mikroorganisme agar dapat melakukan penguraian dan COD adalah kebutuhan oksigen yang di perlukan untuk mengurai seluruh bahan limbah yang ada pada air. Penyebab tingginya BOD bisa di sebabkan karena proses pembusukan dari dedaunan yang jatuh sedangkan penyebab tingginya COD bisa di sebabkan karena pengunaan pupuk kimia.
c. Total coliform merupakan kelompok mikroba atau bakteri biasanya ditemukan di lingkungan (misalnya tanah atau tumbuh-tumbuhan). Penyebab nilai total coliform tinggi bisa disebabkan oleh kotoran dari hewan.
3. Hasil analisa tanah sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VIII sudah sesuai dengan baku mutu.
Perlu diketahui, lahan pertanian milik perhutani di petak 172 Kemantren Sukun, BKPH Gondang yang bertempat di perbukitan tepatnya di Dusun Kramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro kembali memunculkan semburan lumpur. Semburan lumpur tersebut sebelumnya juga sudah terjadi sejak 2016 lalu, dan kini muncul kembali.
Baca juga: Lewat SAPA BUPATI, Warga Sampaikan Jalan Rusak dan PJU, Bupati Bojonegoro Instruksikan Tindak Lanjut
Saat klikjatim.com dilokasi, nampak ada puluhan yang muncul di lahan tersebut dan ada satu semburan yang agak besar dengan semburan kurang lebih satu kilan atau 30 cm. (yud)
Baca juga: Api Abadi Kayangan Api Memikat Dunia, Wakil UNESCO Global Geopark Sambangi Bojonegoro
Editor : M Nur Afifullah