Turun Drastis, Angka Stunting di Gresik Tinggal 10 Persen

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Danpusterad Letjen TNI Teguh Muji Angkasa (tengah) di dampingi Bupati Fandi Akhmad Yani saat mengunjungi stand makanan bergizi di Gedung WEP untuk menunjang penanganan stunting di Gresik (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Angka stunting di Kabupaten Gresik terus menurun secara signifikan. Dari sebelumnya 25 persen, kini hanya tinggal 10 persen.

Penurunan stunting tersebut diapresiasi oleh Markas Besar Angkatan Darat.

Baca juga: Kunjungi KEK JIIPE Gresik Bersama Dahlan Iskan, Rombongan Explore Business Disway Intip Masa Depan Industri Indonesia

Bahkan, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Teguh Muji Angkasa memberi apresiasi langsung terhadap penurunan stunting ini saat berdeklarasi di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Rabu (3/5/2023).

“Kami mengapresiasi Pemerintah Daerah Gresik yang ikut berpatisipasi mendukung program pemerintah berkaitan dengan masalah stunting," tutur Letjen TNI Teguh Muji Angkasa.

Mantan Danjen Kopasus itu mengatakan, menangani stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus turut terlibat agar penanganan kasus bisa maksimal.

"Munculnya stunting terjadi karena asupan gizi yang kurang saat ibu hamil. Bila dibiarkan dikuatirkan berhubungan dengan tingkat intelektual masa pertumbuhan. Untuk itu, pemberian nutrisi yang baik bisa mencegah terjadinya stunting," kata dia.

Baca juga: Tak Tersentuh Bantuan Sosial Pemerintah, Ibu Rumah Tangga Miskin di Gresik Ini Besarkan Anak Stunting

Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI

Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, kasus stunting menjadi isu nasional. Untuk itu pihaknya berusaha mendorong sinergitas seluruh stake holder dan elemen masyarakat agar bisa menurunkan stunting.

Dari tahun ke tahun kasus stunting penurunannya cukup signifikan dari 25 persen sejak 2019 menjadi 10 persen di tahun 2022.

“Untuk memerangi kasus ini, ada 20.306 nutrisi yang dibagikan ke ibu hamil," tuturnya.

Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia

Selain memberi nutrisi, edukasi pencegahan pernikahan dini terus digalakkan serta mengajak masyarakat Gresik yang punya rejeki lebih bisa menjadi bapak asuh bagi keluarga yang tidak mampu.

Untuk memerangi kasus stunting. Pemerintah Daerah Gresik bersama Danpusterad menggelar ikrar bersama. Ada 4 ikrar yang diibaca bersama dengan siswa pelajar SMA, SMP dan Sekolah Dasar (SD).

Pertama, melaksanakan edukasi gizi kepada teman sebaya, kedua sarapan pagi dengan menu gizi seimbang, ketiga melaksanakan aktivitas 30 menit, keempat minum tablet penambah darah di setiap hari Jumat. (yud)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru