KLIKJATIM.Com | Gresik — Jatah dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan untuk kabupaten Gresik tahun ini hanya Rp15,2 miliar, jauh dibawah Kabupaten Lamongan yang mendapat alokasi Rp67 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPR RI Komisi X dapil Gresik - Lamongan, Zainuddin Maliki. Dia mencontohkan, tahun 2022 misalnya, Kabupaten Gresik mendapatkan DAK pendidikan Rp15,2 miliar. Sementara Kabupaten Lamongan mendapatkan Rp67 miliar.
Baca juga: Terseret Pancing ke Tengah Tambak, Pria di Menganti Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Jam Dicari
"Jauh sekali terpautnya DAK pendidikan antara Gresik dan Lamangan," kata Zainuddin saat berdiskusi dengan wartawan, di Kantor DPD PAN Gresik, Minggu (16/04/2023).
Dia menyebut, besar kecilnya DAK pendidikan tak lepas dari beberapa faktor. Antara lain lobi dan progres pelaksanaan DAK tahun sebelumnya.
"Tapi saya usahakan untuk mengawal agar tahun depan anggaran DAK fisik pendidikan untuk Kabupaten Gresik naik," imbuhnya.
Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat
Baca juga: Mudik Lebaran, Pertamina Jatimbalinus Prediksi Konsumsi Bensin Naik 7,1 Persen
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma menyebut, angka Anggaran DAK fisik untuk pendidikan dari pemerintah pusat ke daerah disesuaikan dengan jumlah alokasi APBD untuk fisik Pendidikan.
"Kenapa DAK fisik kecil, karena anggaran APBD kita yang untuk pembangunan dan perbaikan juga cuma Rp15 miliar tahun ini, begitupun tahun sebelumnya. Artinya pemerintah pusat itu mengalokasikan DAK sesuai prioritas anggaran Pemkab," ujar Herawan.
Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
Herawan menjelaskan, APBD Gresik hanya mengalokasikan anggaran perawatan dan pembangunan fisik sekolah sebesar itu dikarenakan selama ini Pemkab Gresik menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Sehingga anggaran untuk fisik sekolah tidak bisa besar.
"Bosda kita besar, sementara kabupaten seperti Lamongan yang anggaran fisik pendidikannya besar tidak menganggarkan Bosda," papar Herawan. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar