Dewan Desak Pemkab Utamakan Putra Bawean Sebagai Penerima Beasiswa Dokter Spesialis

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik saat rapat LKPj dengan Dinkes (Dok/DPRD Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kalangan dewan dari Komisi IV DPRD Gresik menyoal hasil rekrutmen peserta beasiswa dokter spesialis yang dilakukan Pemkab Gresik.

Pasalnya pendaftar dari pulau Bawean minim, padahal nantinya penerima beasiswa pendidikan dokter spesialis tersebut akan ditugaskan di RSUD Umar Mas'ud, Bawean.

Baca juga: Ratusan Pebasket Ramaikan Turnamen 3 on 3 Gressmall, Gresik Punya Lapangan Standar Internasional

Dua anggota DPRD Gresik Anggota Komisi IV DPRD Gresik dari dapil Bawean, Musa dan Bustami Hazim mengaku dalam rapat kerja dengan Dinkes Gresik sehari sebelumnya, bersikap tegas meminta Dinkes agar memprioritaskan putra daerah yang domisili di Pulau Bawean untuk mendapatkan beasiswa dari APBD Gresik tersebut.

"Alasannya, supaya program beasiswa dokter spesialis tidak hanya dijadikan ajang batu loncatan sesaat," ujar Musa Rabu (12/4/2023).

Musa bahkan meminta, dokter yang menerima beasiswa tersebut mengabdikan diri di Pulau Bawean seumur hidup.

Dia menilai, percuma saja kalau Pemkab Gresik mengeluarkan anggaran untuk beasiswa dokter spesialis tetapi setelah delapan tahun mengabdi di Pulau Bawean, yang bersangkutan kemudian pindah atau keluar dengan berbagai alasan.

"Itu sudah pola lama," tegas Musa.

Baca juga: Semarak Lomba Basket 3 on 3 di Giri Elevation Court Gressmall, Jadi Kawah Candradimuka Atlet Muda Gresik

Baca juga: Sudah Ada 5 Dokter Spesialis di RS Umar Mas’ud Bawean

Perlu diketahui, program beasiswa pendidikan dokter spesialis yang dicanangkan Pemkab Gresik untuk memenuhi 5 dasar medis, yaitu dokter spesialis anestesi, penyakit dalam, bedah, anak, dan obgyn atau dokter kandungan.

Selama ini, kebutuhan 5 dokter spesialis tersebut tercukupi dari bantuan pemerintah pusat dan provinsi, untuk persyaratan program pendidikan dokter spesialis.

Dari kelima program beasiswa dokter spesialis yang dibuka, putra-putri berprofesi dokter dari Pulau Bawean yang mendaftar hanya 2 orang. Itupun yang diperebutkan untuk spesialisasi yang sama. Praktis, sisanya berasal dari luar Pulau Bawean. Sedangkan, peraturan bupati (Perbup) tidak membatasi beasiswa wajib dari putra-putri yang berdomisili di Pulau Bawean.

Baca juga: Polisi Kejar Terduga Penipu Berkedok Rekrutmen ASN di Gresik hingga Kalimantan

"Makanya, Dinas Kesehatan harus menggunakan pola baru agar program beasiswa dokter spesialis tepat sasaran dan efektif sesuai dengan tujuan awal. Yakni, tak ada kekurangan dokter spesialis di RS Umar Mas'ud. Dan dokter spesialis yang mendapatkan program beasiswa putra daerah yang bermukim di Pulau Bawean," tandas politisi Partai Nasdem ini.

Anggota Komisi IV dari Pulau Bawean lainnya, Bustami Hazim sangat sepakat dokter dari putra-putri Pulau Bawean yang diprioritaskan untuk mendapat program beasiswa dokter spesialis kerjasama Pemkab Gresik dengan Universitas Brawijaya (Unbraw) dan Univesitas Airlangga (Unair).

"Sangat ideal kalau dokter spesialis berasal dari putra dan putri yang berdomisili di Pulau Bawean. Tetapi, kita juga harus menghitung waktu dimulainya perkuliahan untuk program dokter spesialis. Jangan sampai anggaran yang sudah tersedia dalan APBD Gresik menjadi tak terserap, papar politisi PKB ini. (yud)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru