KLIKJATIM.Com | Gresik - Keluhan warga di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disikapi. Daging ayam yang kondisinya jelek bahkan terlihat berwarna kehijauan akhirnya diganti baru, Rabu (1/4/2020).
Kepala Desa (Kades) Jogodalu, Juwaiminingsih mengatakan, bahwa pihak agen sudah menindaklanjuti dengan mengganti daging ayam baru. "Apabila hari ini tidak diganti, saya Kades (kepala desa) akan menindaklanjuti," ujarnya kepada klikjatim.com, Rabu (1/4/2020).
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
[irp]
Menurutnya, penggantian daging ayam dengan yang lebih bagus ini sejatinya sudah direncanakan. Tapi, baru dapat dilakukan pada hari ini.
"Agen berjanji sejak kemarin, hari Rabu (1/4/2020) jam 7 pagi ayamnya diganti. Karena sebagai kades aku masih menunggu," imbuhnya.
"Saya juga sudah mengimbau pada penerima, apabila tidak layak langsung ditolak saja," tambahnya.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
Selanjutnya, temuan terkait kualitas BPNT yang tidak layak akhirnya mengundang perhatian DPRD Gresik. Dikatakan Anggota Komisi IV Noto Utomo, kejadian penyaluran bantuan yang dikeluhkan warga ini tidak boleh dianggap sepele. Tapi, harus menjadi evaluasi serius bagi Dinas Sosial (dinsos) setempat.
[irp]
"Ini masih ditemukan di satu desa, jangan-jangan keluarga penerima manfaat (KPM) di desa yang lain juga sebenarnya merasakan hal serupa," ujarnya dengan tanda tanya.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Sehingga permasalahan ini harus ditindaklanjuti. Maka, pihaknya pun berencana akan membahasnya di internal komisi.
"Dinsos harus berani tegas, jika memang ada agen yang tidak mematuhi ketentuan harus dievaluasi. Kalau perlu (agen) diganti saja, karena terkait bantuan kebutuhan pokok dan harus memperhatikan betul kualitas barangnya. Jangan asal-asalan, apalagi nilainya dinaikkan lebih besar," tegas politisi PDI-P ini. (iz/rtn)
Editor : Redaksi