Ini Instruksi Khusus Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Kepada Empat Kepala Dinas yang Baru Dilantik

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Tugas berat menanti: Pelantikan empat Kepala Dinas hasil Selter dan 55 pejabat lain di lingkungan Pemkab Gresik (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Empat Kepala Dinas hasil seleksi terbuka (Selter) di lingkungan Pemkab Gresik dilantik hari ini, oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di ruang Mandala Bhakti Praja, kantor Bupati Gresik, Kamis (9/2/2023).

Empat pejabat tersebut adalah Dhiannita Tri Astuti sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Sri Subaidah sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Baca juga: Gresik Bidik Juara Umum Lagi, MTQ XXXII Jadi Panggung Lahirnya Generasi Qurani

Kemudian, Agung Endro Dwi Setyo Utomo sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Titik Ernawati sebagai Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA).

Selain empat pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Bupati juga melantik 55 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional.

Dalam sambutannya Bupati Yani menekankan para pejabat yang dilantik harus bekerja keras.

"Setelah pelantikan harus bisa menjalankan dengan baik tugas yang diberikan. Sebab tantangan kedepan makin besar. Semoga sukses," ucapnya.

Baca juga: Tingkatkan Pendapatan Hingga Pemenuhan Tenaga Kerja Lokal, DPRD Gresik Minta Optimalkan Pengawasan

Dia juga mengajak para pejabat agar kolaboratif dengan bergandengan tangan serta bekerjasama untuk mewujudkan program Nawa Karsa. Ia menyampaikan, dengan modal kebersamaan semua tugas dan pekerjaan yang diberikan bisa terlaksana.

"Dengan kebersamaan insya Allah tantangan bisa dilalui," tuturnya.

Khusus kepada empat kepala dinas yang dilantik, Bupati menyampaikan instruksi khusus.

Pertama kepada Titik Ernawati, sebagai Kepala Dinas KBPPPA, Yani meminta konsen menangani stunting. Meski angka stuting turun, namun dia meminta upaya intervensi stunting harus dilakukan secara kontinyu dan terukur. Bahkan diusahakan Gresik secepatnya nol stunting.

Baca juga: Ziarah ke Gresik, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Doakan Bangsa dan Dukung Pengembangan Wisata Religi

"Di awal 2022 angka stunting 14 persen, dan saat ini turun jadi 10 persen. Nah Kadis KBPPPA dan Kadinkes sama-sama ibu-ibunya. Saya tinggal pantau. Silahkan rembukan untuk pananganan stunting," pintanya.

Kepada Agung Endro Dwi Setyo Utomo Kepala DPM-PTSP Kabupaten Gresik yang baru, Yani menginstruksikan bahwa tak boleh ada investasi yang terhambat. Hal ini seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo.

"Kalau biasanya yang tak siap, kurang syarat seperti gambar dan lainnya, harus terus didampingi, jemput investasi. Baik kecil maupun besar," pesannya.

Selanjutnya, untuk Sri Subaidah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yani mengingatkan terkait isu lingkungan. Yani menyoroti keberadaan sampah yang harus dikelola dengan baik, jangan cuma ditumpuk saja 

"Bu Kadis LH, tahun 2023 harus sudah bisa gunting pita di TPA Belahan Rejo, Kedamean," katanya.

Baca juga: Gresik Bikin Tertarik Diplomat, KEK JIIPE Disebut Kunci Investasi

Baca juga: Tok, Dapil Pileg DPRD Kabupaten Gresik Berubah Jadi 9

Sementara itu, kepada Dhiannita Tri Astuti, Kepala Dinas PUTR yang baru, Yani mengingatkan soal infrastruktur dasar. Salah satunya jalan rusak yang jadi keluhan masyarakat. Selain itu banjir Kali Lamong meski sudah terkendali, tetap harus diprioritaskan normalisasi sungainya.

"Maka, harus ada strateginya. Tahun ini untuk infrastruktur jalan ada anggaran sekitar Rp300 miliar," katanya.

Dikatakan, hampir di masing-masing kecamatan ada pos anggaran infrastrukrur. Sudah tercatat dengan baik. Mudah-mudahan anggaran Rp300 miliar bisa terealisasi di 2023.

"Sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," tandas Yani. (yud)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru