KLIKJATIM.Com | Jakarta — Gelaran ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) tahun 2021, yang diselenggarakan oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF) menempatkan 7 emiten bank dalam etalase ASEAN Asset Class PLCs.
Diantaranya yakni Bank CIMB Niaga, Bank BTN, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BTPN, Bank BCA dan Bank Jatim (BJTM). Selain itu ada dua emiten non bank, yakni PT Timah dan PT Unilever Indonesia.
Baca juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Pembangunan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
Baca juga: Bank Jatim Bantu Pembangunan Kios dan Permodalan Bagi PKL di Malang
Dengan begitu, Bank Jatim menjadi satu-satunya bank pembangunan daerah (BPD) yang masuk dalam kategori tersebut.
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, predikat penghargaan ASEAN Asset Class ini adalah bentuk apresiasi karena bankjatim konsisten dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governence/GCG) sesuai standar ASEAN.
Dikatakan, ACGS Awards diberikan berdasarkan penilaian praktik GCG para emiten atau perusahaan publik di wilayah Asia Tenggara. Proses peer-review dilakukan setiap dua tahun dan diikuti oleh enam negara ASEAN.
Baca juga: Kado Mewah Awal Tahun: Yamaha TMAX Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 455 Juta
"Yaitu Indonesia, Malaysia, Filiphina, Thailand, Singapura, dan Vietnam. Penilaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi perusahaan di Indonesia untuk dapat terus meningkatkan implementasi dari GCG sehingga dapat memajukan Pasar Modal tanah air," ujar dia.
Busrul juga menjelaskan, dengan adanya penghargaan ini, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan berbagai inovasi dalam penerapan GCG sehingga bisa bersaing dengan perusahaan publik lain di Asean.
"Sebagai BUMD dan juga perusahaan publik yang memiliki multilevel stakeholder, kami sangat perlu untuk terus memperkuat GCG demi mewujudkan perusahaan yang transparan dan akuntabel," tegasnya.
Baca juga: Kejar Laba, AKRA Siapkan Capex Rp 1,2 Triliun untuk Ekspansi Terminal dan Logistik
Diungkapkan, berkat penerapan GCG yang kuat, Bank Jatim berhasil mencatatkan pertumbuhan selama 2022. Hal itu terlihat dari kinerja BUMD per kuartal III tahun 2022.
Laba perseroan per September tahun lalu mencapai Rp 1,2 triliun. Laba bersih tersebut tumbuh 1,51 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar