KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Kegiatan pengerukan lahan di Desa Mojoparon, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan disoal. Sebab kegiatan itu mengakibatkan jalan menuju Desa Masangan banyak lumpur berceceran dan licin.
Selain itu, akses transportasi untuk kegiatan tersebut berdampak pada rusaknya jalan desa setempat. "Kegiatan pengerukan mengakibatkan jalan desa tidak nyaman. Karena dipenuhi lumpur dan licin. Warga yang melintas di area kegiatan itu terpaksa ekstra hati-hati," ungkap Moh. muslimin, salah satu toko masyarakat Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Selasa (24/1/2023).
Baca juga: Unit Dyeing-Finishing PT Coats Rejo Pleret Pasuruan Akan Jari Pabrik Alas Kaki Terintegrasi
Dia juga mempersoalkan perizinan pengurukan tersebut. Karena lahan yang disebut-sebut untuk kavlingan itu disinyalir tidak memiliki izin lengkap.
Menanggapi keluhan warga, Rayhan selaku pemilik lahan mengeklaim sudah memilki izin. Rencananya lahan yang diuruk tersebut akan dibangun rumah pribadi. Dan sisanya akan dijual.
Baca juga: Pabrik Pengolahan Limbah B3 Skala Nasional Akan Segera Beroperasi di Kabupaten Pasuruan
"Rencananya akan kita bangun rumah pribadi. Sisanya kita jual kavlingan," ucapnya.
Dia pun tak memungkiri adanya komplain atau protes dari warga setempat. "Itu pun hanya satu atau dua saja. Usai kegiatan pengerukan ini selesai, kita akan perbaiki semuanya," imbuhnya.
Baca juga: Bersama GP Ansor, Official Gus Miftah Bagikan Mukena ke 'Pekerja Malam' di Tretes
Bekas ceceran aktivitas kegiatan pengerukan di jalan Desa juga akan dibersihkan. "Usai kegiatan kita selalu bersihkan. Jadi tidak membahayakan pengendara yang melintas," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi