KLIKJATIM.Com | Jakarta--Perusahaan rokok di Jatim PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil mengumpulkan laba bersih Rp 10,80 triliun. Laba itu diperoleh sepanjang tahun 2019 dari jualan rokok.
Jika dihitung laba perusahaan rokok terbesar di Jatim itu tumbuh 40 persen. Di tahun 2018, tercatat laba perusahaan rokok dengan jargon 'pria punya selera' itu Rp 7,79 triuliun
[irp]
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (30/3/2020) laba bersih bersih per saham (earnings per share) naik menjadi Rp 5.655 dari sebelumnya Rp 4.055. Kenaikan laba bersih itu seiring dengan pendapatan perusahaan yang juga naik 15,47 persen menjadi Rp 110,52 triliun dari sebelumnya Rp 95,71 triliun.
Di sisi lain, beban penjualan juga naik menjadi Rp 87,74 triliun dari sebelumnya Rp 77,06 triliun, dengan laba kotor mencapai Rp 22,78 triliun dari Rp 18,64 triliun,
Tahun lalu, total aset perusahaan naik menjadi Rp 78,65 triliun dari Rp 69,10 triliun, di mana ekuitas naik menjadi Rp 50,93 triliun dari Rp 45,15 triliun dengan jumlah kewajiban total Rp 27,72 triliun dari Rp 23,96 triliun.
Baca juga: Pastikan Kualitas Infrastruktur Desa, Wabup Bojonegoro Sidak Empat Proyek BKKD
Gudang Garam sebelumnya juga sudah mengagendakan akan melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan Bandara Dhoho, Kediri, Jawa Timur, pada 15 April 2020 mendatang.
[irp]
Pembangunan dana ini diperkirakan akan menelan dana hingga Rp 6 triliun-Rp 9 triliun dan akan dibiayai menggunakan kas internal perusahaan.
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
Sementara dari sisi harga saham GGRM, data BEI (Bursa Efek Indonesia) mencatat, saham GGRM pada Senin (30/3/2020) minus 6,99 persen di level Rp 40.925/saham di sesi I. Sejak awal tahun hingga saat ini, saham GGRM ambles 23 persen dengan kapitalisasi pasar Rp 79 triliun. (cnbc/mkr)
Editor : Redaksi