Baca juga: Tarik Joran Pancing Kena Aliran Listrik, Pemancing Tulungagung Meregang Nyawa
Mereka hadir untuk mengikuti takbir keliling dan pawai oncoran yang dilaksanakan untuk menyambut idul adha kali ini.
Takbir keliling dan pawai oncoran ini mulai dilakukan selepas Maghrib hingga selesai, sebelum berangkat pawai mengelililingi desa, mereka berkumpul di halaman Masjid Pelem dan mempersiapkan oncor, yaitu sebatang bambu berukuran kecil sepanjang lebih kurang 50 centimeter, dimana pada bagian atasnya yang berlubang dijadikan tempat untuk kain perca yang sebelumnya sudah direndam minyak tanah,kemudian kain perca tersebut dibakar sehingga menyala mirip obor.
Setelah dinyalakan,kemudian mereka berbaris rapi berkeliling kampung sambil mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil.
Nindi, salah satu warga setempat yang turut menyaksikan pawai ini mengaku selalu terharu setiap kali mendengar kumandang Takbir, Tahmid dan Tahlil, ditambah dengan iring iringan pawai obor seperti ini.
"Hati saya tergetar mas, setiap kali melihat pawai begini ini," ujarnya usai menyaksikan pawai.
Nindi mengaku teringat masa kecil, saat mengikuti pawai oncor bersama dengan teman dan orang tuanya.
"Jadi inget masa kecil dulu kalau liat oncoran," ucapnya.
Pawai oncoran dan takbir keliling yang dilaksnakan di tempat ini sempat terhenti karena pandemi Covid-19, kini setelah kembali digelar, pelaksanaanya ditunggu tunggu masyarakat. Sebabmasyarakat sekitar juga dihibur dengan atraksi penyemburan api yang dilakukan oleh sejumlah orang dewasa yang turut dalam pawai tersebut.
Baca juga: Bahayakan Keselamatan, Tim Gabungan Tulungagung Pasang Perangkap Buaya
Hal ini disampaikan oleh Abdul, warga sekitar Masjid Pelem yang turut mengikuti pawai berkeliling desa.
Baginya, pawai seperti ini mengembalikan memori masa kecilnya, saat masih menjadi santri dan ngaji di masjid, apalagi saat ini usianya sudah hampir menginjak angka 40 tahun.
"Saya ngikut dari belakang mas, lumayan senang jadi ingat masa kecil dulu, tapi juga capek juga," terangnya. (yud)
Baca juga: Tak Datang di Rapat, Ternyata Wakil Kepala Stasiun Tulungagung Meregang Nyawa di Kamar Kos
Editor : Iman