KLIKJATIM.Com | Surabaya - Shell Indonesia terus berupaya memperbesar bisnisnya di wilayah Jatim. Berbagai upaya strategis telah dilakukan, mulai dari penambahan outlet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jatim hingga edukasi pelanggan.
VP Marketing Mobility Shell Indonesia, Dian Kusuma Dewi mengatakan, Shell melakukan ekspansi bisnis ke sejumlah daerah di Jatim. Hingga saat ini jumlah SPBU Shell di seluruh wilayah Jatim sudah mencapai 30 unit dengan 16 mitra Diler. Selain di Surabaya dan Sidoarjo, Shell juga telah merambah daerah Gresik, Blitar, Malang, Lamongan, Pasuruan dan Jombang.
"Dari tahun 2020 hingga 2021, jaringan bisnis kami mengalami penambahan sangat signifikan, yaitu sebesar 20 persen menjadi 30 SPBU. Dan di Surabaya, jumlah SPBU Shell mencapai sekitar 19 unit SPBU," ungkap Dian Kusuma Dewi usai Diskusi soal Bahan Bakar Minyak (BBM) di Surabaya, Selasa (7/5/2021).
Selain melakukan pembuahan jaringan, baik secara mandiri maupun dengan menggandeng mitra bisnis, Shell juga gencar melakukan edukasi pasar. Kali ini, edukasi tentang kualitas BBM Shell diberikan kepada sejumlah komunitas kendaraan roda empat yang ada di Surabaya.
Baca juga: Hadirkan Warna Baru, MPM Honda Jatim Luncurkan New Rebel 1100 dengan Tampilan Lebih Premium
Shell Fuel Scientist, Colin Chin mengungkapkan, bahwa untuk mempertahankan keunggulan produknya, setidaknya peneliti Shell telah mempekerjakan sekitar 120 ilmuan untuk membuat inovasi bahan bakar, pengembangan implementasi produk serta untuk membuat produk yang paling sesuai dengan jenis kendaraan.
"Lebih dulu kami melakukan pengumpulan data, setelah itu dilakukan pengujian di laboratorium, dilanjutkan pengujian dengan mesin, pengujian dengan kendaraan dan terakhir pengujian di jalanan. Baru kemudian mendapatkan bahan bakar yang baru. Proses bisa memakan waktu 10 tahun karena ada bnyk langkah yang harus dijalankan," tegas Colin Chin.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan tentang berbagai jenis BBM yang baik untuk kendaraan. Menurutnya, penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan tidak memiliki efek negatif. Bahkan mesin modern dapat mengoptimalkan performanya dengan oktan tinggi karena mempunyai perangkat engine management system.
"Menurut hasil penelitian dari Shell, BBM oktan tinggi yang disertai dengan zat aditif seperti Dynaflex, justru berpengaruh baik terhadap kinerja semua jenis mesin kendaraan bermotor, termasuk mesin mobil tua. Kandungan Dynaflex yang terdapat pada bahan bakar Shell telah terbukti secara ilmiah mampu membersihkan endapan pada mesin kendaraan bermotor, yang lebih banyak terlihat pada mobil tua," pungkasnya
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi