Cegah Banjir, Kali di Desa Kedungprimpen Bojonegoro di Normalisasi

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Kali ingas tepatnya di Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro di Normalisasi. Normalisasi tersebut guna untuk mengantisipasi terjadinya banjir dari tanggul jebol serta mengembalikan fungsi tanggul. Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro.

Baca juga: Gelar Honda AT Family Day di Bojonegoro, MPM Hati-Hati Manjakan Warga lewat Hiburan dan Promo Menarik

"Kami melakukan normalisasi di kali Ingas untuk mengantisipasi terjadinya banjir dari tanggul jebol serta mengembalikan fungsi tanggul," ujar Kepala DPU SDA Bojonegoro Erik Firdaus Selasa (7/6/2022).

Ia mengatakan, normalisasi anak sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kanor itu dilakukan normalisasi sepanjang 2 kilo meter. Tanah di dasar sungai dikeruk menggunakan alat berat ekskavator, serta tanggul sungai dilebarkan menjadi tiga meter. Jadi selama ini tanggul kali setempat sudah beralih fungsi, seperti ditanami pepohonan hingga dikeruk tanahnya untuk menguruk sawah.

"Ini yang menyebabkan tanggul semakin kecil dan mudah jebol apabila ada kiriman air," kata Erik Firdaus.

Menurutnya, saat normalisasi ada dua ekskavator dikerahkan untuk mengeruk tanah di kanan-kiri tanggul. Pepohan seperti waru, bambu, gempol hingga tanaman pisang yang berada di atas tanggul langsung dirobohkan oleh petugas dengan alat berat.

Dia menambahkan, tanggul sepanjang Kali Ingas di Desa Kedungprimpen yang berbatasan dengan Desa Pomahan, Kecamatan Baureno tersebut, saat ini sebagian titik lebarnya hanya tinggal 1 meter. Hal itu karena terjadi longsor hingga dikeruk oleh warga yang memiliki lahan persawahan didekat tanggul.

Baca juga: BPH Migas Dorong Perluasan Jargas Bojonegoro, Baru 55 Persen Alokasi Gas Terserap

"Selain kita lebarkan menjadi tiga meter juga kita tinggikan tanggulnya, agar saat ada kiriman air tidak jebol seperti tahun lalu," ungkap Erik.

Erik mengimbau kepada masyarakat sekitar agar setelah dilakukan normalisasi ini ikut merawat tanggul kali. Warga dilarang menanami jenis pohon apapun yang menyebabkan tanah tanggul mudah keropos dan longsor saat kali sedang banjir.

Baca juga: Air Bersih Mulai Sulit Didapat, Warga Bondol Dibantu 8.000 Liter dari Polisi

"Tanggul tidak boleh ditanami apapun, serta tidak boleh dikeruk ke sawah," tegas Erik Firdaus.(mkr) 

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru