Hampir Putus Sekolah, Pelajar Asal Krembung Sidoarjo Ini Kedatangan Tamu Bupati

klikjatim.com
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor mendatangi rumah Intaniya di Desa Kedungrawan, Prambon. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Cerita iba Intaniya Rahmanda yang hampir putus sekolah dikarenakan sehari-hari merawat ayahnya yang sedang sakit terdengar Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor. Dan, Jumat (3/2022) sore lalu, Bupati Muhdlor pun datang ke rumah Intaniya di Desa Kedungrawan, Kecamatan Prambon.

Gus Muhdlor, panggilan akrab Bupati Sidoarjo itu terharu sekaligus bangga akan bakti Intaniya sebagai anak. Siswi kelas III SMK itu seorang diri merawat ayahnya yang lumpuh setelah mengalami kecelakaan kerja. Ibu Intaniyah sendiri telah lama meninggal dunia.

Baca juga: Khofifah Sambut 120 Siswa ADEM Repatriasi, Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Nasionalisme

Keadaan itu membuat Intaniya harus pintar membagi waktu agar tetap dapat mendapat pembelajaran di sekolah. "Pak Aman sedang diuji, terbaring sakit karena kecelakaan kerja. Istrinya telah lebih dulu wafat. Dalam keseharian, Pak Aman dirawat oleh putrinya Intaniya yang masih duduk di bangku SMK," ujar Bupati Sidoarjo.

Namun, ujar Gus Muhdlor, akhir-akhir ini Intaniya hampir saja putus sekolah. Pasalnya perhatian Intaniya habis tercurahkan untuk merawat ayahnya yang semakin hari kondisinya tidak baik.

Baca juga: Bea Cukai Juanda Buka Lowongan, Simak Syarat, Jadwal Seleksi, dan Cara Daftarnya

"Dek Intan harus tetap sekolah, nanti kebutuhannya ayahanda, keperluan sekolah, dan kebutuhan sehari-hari kita penuhi," janji Gus Muhdlor kepada Intan.

Dalam kesempatan itu Gus Muhdlor meminta OPD yang mendampinginya untuk memperhatikan kondisi keluarga Intaniya. Kesehatan ayah Intan harus selalu dipantau dan sekolah Intan harus terus berlanjut.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Mulai Bebaskan Lahan Untuk Percepat Pembangunan Fly Over Gedangan

Menurutnya, sudah menjadi tugas pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat seperti ini. "Untuk pendidikan adek Intan, kita sudah berkoordinasi dengan Diknas agar tetap berlanjut, Dinsos dan Baznas juga kita minta bantuannya untuk keperluan sehari-hari. Saya pastikan tidak boleh ada anak putus sekolah karena masalah biaya seperti Intan. Anak-anak seperti Intan harus tetap bisa sekolah. Mengejar cita-citanya. Urusan lain-lain biar kami di Pemkab Sidoarjo yang selesaikan," tutup Gus Muhdlor. (nul)

Editor : Catur Rini

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru