KLIKJATIM.Com L Tuban - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengendap-endap di malam hari di sekitar lahan kilang minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur. Keluar masuk kampung menemui warga yang lahannya dibebaskan dalam proyek tersebut.
[irp]
Baca juga: Pemulihan Listrik Sumatra Utara Dikebut, Menteri ESDM Tinjau Langsung Lokasi Terdampak Bencana
“Beliau sengaja mengecek langsung ke kampung-kampung. Jangan sampai ‘hantu-hantu tanah’ bermain dan merugikan warga dan Pertamina,” ujar Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, sebagaimana rilis Investor Daily, Kamis (18/3/2020).
Secara umum tak ada lagi spekulan-spekulan yang berani bermain. Kepala BKPM sudah mengunci semua ruang geraknya. Hasilnya pembebasan lahan mengalami kemajuan pesat dan telah mencapai 80%.
“Kepala BKPM targetkan ke tim di lapangan akan selesai April tahun ini,” ujar Rizal. Dikatakannya, saat ini tinggal 168 bidang tanah atau seluas 79 ha yang belum terukur. Namun semuanya menanti dilakukan pembebasan.
[irp]
Rizal mengatakan, Kepala BKPM juga membagi nomer selulernya kepada warga agar dapat dihubungi secara langsung bila ada “hantu-hantu” lahan yang mempermainkan harga tanah. Warga diharapkan mendapat kepastian harga yang layak dari Kepala BKPM.
Sebelumnya ada sebagian warga yang awalnya menolak, kini berbondong-bondong meminta lahannya segera diukur. Kepala BKPM juga memastikan bahwa anak-anak muda yang punya keahlian yang sesuai akan diserap dalam proyek tersebut.
Baca juga: Sambung Listrik 100 Keluarga Prasejahtera di Fakfak, Kementerian ESDM dan PLN Lanjutkan Program BPBL
Bahkan BKPM sudah meminta Pertamina mengembangkan sekolah vokasi milik salah satu Ponpes akan dibina oleh BUMN tersebut.
[irp]
Rizal mengatakan, Kepala BKPM akan mengawal proyek ini hingga tahap produksi. Investasi di proyek ini senilai US$ 15-16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun.
"Proyek pembangunan Kilang Tuban merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sudah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN," imbuh Rizal.
Baca juga: PLN-BKPM Perkuat Kolaborasi di Sektor Ketenagalistrikan
Dikatakannya, kilang ini akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Keberadaan kilang juga akan membawa dampak bagi masyarakat sekitar. Pembangunan kilang tersebut juga akan menyerap 35% tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan saat kontruksi sebanyak 20.000. Sedangkan saat kilang beroperasi mencapai 2.500 pekerja.(rtn)
Editor : Redaksi