KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Sebanyak 18 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Bojonegoro tidak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Data itu seperti laporan yang diterima Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro.
“Berdasarkan data yang masuk, tercatat 18 siswa tidak hadir dengan rincian satu meninggal dunia, dua sakit dan 15 siswa mengundurkan diri dari peserta UNBK,” kata Kasubag TU, Cabdindik Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Jaswadi, Kamis (19/3/2020).
[irp]
Jaswadi menjelaskan, ketidakhadiran belasan siswa itu disebabkan karena siswa itu ada yang tengah sakit, adapula yang telah meninggal dan juga telah mengundurkan diri dari sekolahnya.
“Nantinya, siswa yang tidak hadir khususnya yang sakit bisa ikut UNBK susulan sesuai jadwal ke depannya,” jelasnya.
Sedangkan siswa yang meninggal dunia itu dari SMK Fathul Majid Kecamatan Kasiman, sedangkan siswa yang sakit ada dua yakni, satu siswa dari SMKN Baureno dan satu siswa dari SMK Diponegoro, Kecamatan Purwosari. Sementara 15 siswa lainnya telah mengundurkan diri dari sekolah masing masing sebelum pelaksanaan UNBK berlangsung.
Baca juga: Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro
[irp]
Jaswadi mengatakan pelaksanaan UNBK tingkat SMK sejak hari pertama hingga terakhir di Kabupaten Bojonegoro berjalan lancer, karena sejauh ini tidak ada kendala terkait jaringan internet dan kelistrikan.
“Alhamdulillah UNBK berjalan lancar di lima sub rayon yang menyelenggarakan UNBK hingga hari terakhir,” ujarnya
Baca juga: Antisipasi Banjir, TNI dan Warga Sukorejo Gotong Royong Bersihkan Sungai Avur
Terpisah, Kepala SMKN 5 Bojonegoro, Suyono saat dikonfiramsi menuturkan, 145 siswa kelas XII hadir mengikuti UNBK yang dilaksanakan tiga sesi, sehingga tidak ada siswa yang absen atau tidak hadir.
“Jauh jauh hari, Kami memberikan motivasi kepada anak didik, agar seluruh siswa mengikuti UNBK, sehingga tidak ada yang absen UNBK,” terangnya. (af/mkr)
Editor : M Nur Afifullah