Khofifah berharap, mahasiswa bisa membreakdown persoalan ataupun memberikan rekomendasi dengan detail kepada Pemprov Jatim untuk merumuskan kebijakan yang terukur.
Ia menilai, energi baru dan terbarukan (EBT) merupakan salah satu kebutuhan penting yang tengah dibahas serius secara global. Termasuk Indonesia, khususnya Jatim.
"Pikiran strategis dari para mahasiswa dalam BEM Nusantara ini harus dipertemukan dengan para pelaku usaha, pelaku ekonomi, akademisi, hingga dinas terkait juga dilibatkan," katanya.
Pikiran mahasiswa yang masih idealis dan orisinil inilah, lanjut dia, yang harus mampu ditangkap dan diterjemahkan lewat rumusan pembangunan dan kebijakan di Jatim. Nantinya, juga bisa dibawa ke rumusan pembangunan di tingkat nasional.
Dijelaskan, tranformasi pemanfaatan energi fosil seperti minyak dan gas bumi bisa beralih menuju energi bersih yaitu EBT. Artinya, diharapkan bisa bersumber dari sumber daya energi baru terbarukan seperti matahari, biomassa, biogenik hingga pertambangan.
Sementara itu, Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim terpilih, Syahrul Ihza Mahendra menyampaikan bahwa fenomena EBT saat ini menjadi isu penting yang menjadi perhatian semua pihak.
Baca juga: 50 Ribu Pelajar SMA, SMK dan SLB Jatim Dibantu Beasiswa Afirmasi Pemprov
Pengawalan isu ini, kata dia, menjadi krusial bagi mahasiswa untuk bersama-sama mengetahui segala perkembangan EBT di Jatim. "Harapannya mahasiswa Jatim turut berperan aktif dan konsisten dalam membantu pengembangan rencana kerja EBT sehingga memberi manfaat bagi masyarakat," tandasnya. (ris)
Baca juga: Korban Meninggal Kecelakaan Perempuan Mabuk Terima Santunan Rp 267 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
Editor : Redaksi