KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Suara ledakan petasan di Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo telah mengagetkan banyak orang. Tak hanya warga sekampung, namun juga terdengar hingga ke kampung sebelah.
"Terdengar sampai jalan sebelah. Ini kan jalan Sri Gading. Terdengar sampai Jalan Cempaka," ujar Kasie pelayanan Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Supriyadi, Minggu (1/5/2022).
Baca juga: Razia Tempat Hiburan Malam, Polres Ponorogo Tak Temukan Pelanggaran
Lebih lanjut perangkat desa ini mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan membuat petasan tersebut. Apakah untuk balon udara atau langsung diledakkan?
Dia menyebutkan bahwa kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, korban Muhammad Taufiq (21) yang merupakan pembuat petasan telah mengalami luka serius hingga berdarah-darah. Yang paling parah adalah tangan kiri korban. Pun kakinya juga kena.
Baca juga: Polres Ponorogo Amankan Dua Buronan Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan
"Informasinya waktu duduk mengaduk (membuat) petasan, terus meletus gitu," urai Supriyadi.
Dia pun meminta kepada warga Desa Polorejo dan sekitarnya untuk mematuhi imbauan dari kepolisian. Yakni agar tidak membunyikan dan membuat petasan.
Baca juga: Kado HUT RI, 115 Warga Binaan Lapas Ponorogo Dapat Remisi
Adapun kejadian ini bisa menjadi pembelajaran berharga, karena ada yang merasakan akibatnya.
Seperti sebelumnya, kejadian ledakan petasan kembali terjadi pada Sabtu (20/4/2022) malam di Kabupaten Ponorogo. Insiden di Desa Polorejo, Kecamatan Babadan ini membuat peracik petasan menjadi korban hingga terkapar dan langsung mendapatkan perawatan serius di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Korbannya adalah Muhammad Taufiq (21) tahun. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad