Cetak Kinerja Positif di Triwulan I 2022 Bank Mandiri Terus Tumbuh Menjadi Digital

klikjatim.com
Kegiatan operasional Bank Mandiri selama PPKM Darurat akan disesuaikan

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Bank Mandiri kembali masuk ke dalam daftar World's Best Bank 2022 yang dirilis oleh media ekonomi internasional Forbes.  Dikutip dari laman Forbes, Senin (18/4/2022) Bank Mandiri masuk ke dalam urutan tiga besar untuk kategori Indonesia.

Adapun, analisa yang dilakukan oleh Forbes kepada 45.000 pelanggan dari 27 negara ini secara umum menggarisbawahi poin penilaian, seperti kepercayaan pelanggan, biaya, layanan digital dan sarana terkait keuangan ini.

Baca juga: PT Terminal Petikemas Surabaya Kembali Raih Penghargaan Gold di IRCA 2026

RCEO Region VIII Jawa 3 I Gede Raka Arimbawa mengapresiasi penilaian yang diberikan Forbes, hal tersebut tentunya menjadi pengakuan atas perbaikan kinerja, dan optimalisasi layanan serta transformasi digital Bank Mandiri dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan masyarakat.

Gede menambahkan, pengakuan sekaligus apresiasi dunia internasional terhadap kinerja Bank Mandiri tersebut juga menjadi salah satu bukti keseriusan perusahaan BUMN untuk selalu mewujudkan visi jangka panjang sebagai penyedia layanan yang memiliki kinerja yang terbaik.

Selain itu, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan melalui eksekusi strategi bisnis yang konsisten dengan mengusung peran teknologi di depan.

Gede menjelaskan, capaian kinerja yang baik tersebut selaras dengan pemulihan kondisi perekonomian secara nasional serta terus menurunnya kasus positif COVID-19 serta strategi Bank Mandiri yang terus tumbuh untuk menjadi digital.

"Berkat komitmen ini, kinerja Bank Mandiri pun ikut mengalami perbaikan. Tercermin dari total penyaluran kredit Bank Mandiri per Februari 2022 secara bankwide yang mencapai Rp 830,97 triliun secara bank only. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10,33% dibandingkan periode yang tahun lalu," ujar dia.

Baca juga: Ayah Bejat Gauli Dua Anak Tiri di Surabaya, Salah Satunya Sampai Hamil 6 Bulan

Sejalan dengan itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri secara bankwide telah mencapai 10,34% secara year on year (yoy). menjadi sebesar Rp 1.003,8 triliun (bank only) di akhir Februari 2022.

Untuk menunjang kebutuhan ekspansi, dari sisi kredit Bank Mandiri akan melakukan penajaman bisnis dengan peran teknologi didepan melalui integrasi ekosistem bisnis korporasi (wholesale) dan ritel. Kami ingin memaksimalkan potensi value chain pada ekosistem nasabah wholesale yang sudah ada.

"Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan potensi bisnis dan sektor unggulan di wilayah secara prudent kepada nasabah yang ditargetkan dan sesuai dengan risk appetite perseroan. Tujuannya antara lain pertumbuhan ekonomi dapat berjalan optimal dengan tetap menghasilkan kualitas kredit yang terjaga. Seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi, kami optimis laju pertumbuhan kinerja di tahun 2022 dapat terus membaik," imbuh Gede.

Gede juga menambahkan, tercatat hingga Februari 2022, laju kredit di Region VIII/Jawa 3mampu tumbuh positif sebesar 11,77% year on year (YoY) yang juga diimbangi dengan pertumbuhan DPK Bank Mandiri yang meningkat sebesar 8,31% year on year (YoY).

Baca juga: Dorong Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Integritas dan Karakter Kuat

Pertumbuhan ini diimbangi dengan perbaikan dari sisi kualitas kredit. Per Februari 2022, posisinon performing loan (NPL) Bank Mandiri di Region VIII/Jawa 3 berhasil menurun 4 basis poin (bps) YoY ke level 0,99%.

Sampai dengan Kuartal I 2022, Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 telah berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 11,37% YoY dengan perumbuhan DPK meningkat sebesar 3,43% secara YoY. Pertumbuhan kredit tumbuh sehat tercermin dari menurunnya NPL sebesar 0,3 basis poin (bps) YOY ke level 0,98%.

“Pencapaian kinerja kredit yang positif Bank Mandiri di Kuartal I 2022 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sudah terjadi. Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan potensi bisnis dan sektor unggulan di wilayah secara prudent kepada nasabah yang ditargetkan dan sesuai dengan risk appetite perseroan. Tujuannya antara lain pertumbuhan ekonomi dapat berjalan optimal dengan tetap menghasilkan kualitas kredit yang terjaga. Seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi, kami optimis laju pertumbuhan kinerja di tahun 2022 dapat terus membaik. Kami tentunya secara berkala akan memantau kondisi perekonomian, termasuk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan," pungkas RCEO Region VIII Jawa 3 I Gede Raka Arimbawa.(ris)

Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru