KLIKJATIM.Com | Surabaya - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Kantor Wilayah III Surabaya yang optimis bisa menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) sebesar Rp 5,7 triliun tahun ini.
Menurut Hendrik Sia, Kepala BCA Kanwil III Surabaya, pihaknya sangat optimis tahun ini mampu mencapai target penyaluran KPR/KPA. Pasalnya, demand KPR/ KPA masih tinggi. Hal ini terlihat dari pencapai pada kuartal I (Q1/2022) pihaknya sudah menyalurkan KPR/KPA sebanyak Rp 828 miliar.
Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025
Di sisi lain jumlah nasabah yang mengajukan KPR/KPA cukup besar. Saat ini bank swast terbesar di Indonesia ini telah memproses pencairan KPR/KPA sebanyak Rp 3 triliun. Dengan begitu pada kuartal pertama tahun ini sedikitnya dana penyaluran KPR/KPA telah mencapai Rp 3,8 triliun.
“Kami kira sisanya akan kami capai di semester dua tahun ini. Dan itu tidak berat. Karena masih banyak yang membutuhkan rumah, apartemen maupun komersial sehingga kebutuhan KPR/KPA juga masih tinggi,” ujar Hendrik Sia.
Tingginya minat konsumen terhadap KPR/KPA terlihat pada saat BCA Expo yang digelar secara hybrid beberapa waktu lalu di Ciputra World Surabaya. Dalam pameran tersebut ada apply dari masyarakat senilai Rp 1 triliun. Sementara setelah pameran ada tambahan pengajuan kredit lagi sebesar Rp 2 triliun.
Sehingga pencapaian tersebut diluar dugaan. Bahkan nilai yang dicapai melebihi dari target yang ditetapkan sebelumnya. Tingginya respond masyarakat tersebut karena pihaknya memberikan bunga special 2,65 persen selama expo Anniversary BCA.
Baca juga: Indeks Satu Data Indonesia (SDI) Jawa Timur 2025 Melonjak Signifikan, Capai Peringkat Satu Nasional
“Karena tingginya permintaan masyarakat akhirnya expo yang online kami extend hingga akhir April 2022. Karena masih banyak yang mengajukan KPR dengan bunga special anniversary,” tambahnya.
Dijelaskan, minat masyarakat untuk membeli properti khususnya rumah tapak selain karena kebutuhan, juga saat ini momentumnya cukup bagus. Selain bunga KPR relative rendah sehingga cicilan akan lebih ringan, juga pemerintah masih memberikan stimulus berupa PPN DTP. Sehingga harga rumah terasa lebih murah lagi.
Selain itu, developer juga terus merilis produknya yang baru dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini semakin menarik bagi konsumen. Karena mereka punya banyak pilihan rumah atau apartemen yang akan dibeli.
Baca juga: Serunya Ajak Anak-anak Berpetualang di Terminal Petikemas Surabaya
“Mayoritas memang membeli rumah landed. Sementara apartemen masih belum banyak meskipun ada. Sekitar 50 persen juga untuk rumah baru. Dan sisanya untuk rumah second. Yang paling banyak dicari yang harganya dibawah Rp 2 miliar,” kata Hendrik.
Sebelumnya, dalam acara BCA Expoversary pada Maret 2022, BCA menggandeng sebanyak 50 developer Surabaya dan sekitarnya dengan total 72 proyek seperti Ciputra Group, Pakuwon, Intiland, SinarmasLand, serta sejumlah broker properti, dan 16 merek mobil dengan 31 diler, dan 10 merek motor.
“Selain rumah kami juga banyak kebanjiran permintaan untuk kredit kendaraan bermotor (KKB). Saat expo tersalurkan untuk 1.670 unit secara offline, dan sisanya online, jadi total ada 2.300 unit,. Selain itu ada juga pengajuan untuk refinancing namun tidak banyak,” pungkas Hendrik Sia. (ris)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi