Sejak Subuh Pedagang di Tulungagung Berebut Minyak Curah Bersubsidi

klikjatim.com
Penjual minyak goreng di Tulungagung saat mengantri minyak goreng curah bersubsidi. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.com | TULUNGAGUNG - Kelangkaan minyak goreng masih dirasakan oleh sejumlah penjual yang ada di pasar tradisional Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Untuk mendapatkan jatah minyak curah subsidi mereka rela antri sejak subuh.

Hal ini disampaikan oleh salah satu penjual minyak goreng di pasar wage, Tukaji (57).

Baca juga: 357 Kasus Kecelakaan Ditangani Satlantas Polres Tulungagung Hingga April 2026

Tukaji mengatakan, pasca perubahan harga minyak goreng curah, dirinya sudah tidak bisa lagi menjual minyak goreng curah secara rutin.

"Saya kalau ada ya jual, kalau ndak ada barang a bagaimana lagi, mau jual apa," keluhnya pada Selasa (12/04/2022).

Dirinya harus mengantri sejak subuh untuk bisa mendapatkan 18 kilogram minyak goreng curah yang dijual dengan harga Rp 415.000,- , itupun kalau barang yang diinginkan masih tersedia, sebab sering sekali barang yang ditunggu rupanya sudah habis.

"Kadang sudah ngantri tapi barangnya habis, kadang juga kebagian, kalau segitu ya saya jual dengan selisih laba Rp 1.500 perkilonya," ucap Tukaji.

Tukaji hanya bisa pasrah dan berhenti berjualan saat minyak goreng curah sudah habis, dirinya hanya berharap bantuan dari pemerintah untuk memberikan subsidi minyak goreng curah bersubsidi.

"Kalau bisa ya seminggu sekali ada pendistribusian minyak goreng curah rutin," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Supriyadi (47) pedagang minyak goreng di Pasar Tamanan ini mengatakan, dirinya sempat tak berjualan sampai dua minggu karena kehabisan minyal goreng bersubsidi.

"Ya kaya kemarin saya dua minggu gak dapat barang, ya ndak jualan, mau bagaimana lagi," jelasnya.

Dirinya juga tidak mungkin untuk mencari pasokan dari luar kota, mengingat jatah minyak goreng dari luar kota hanya boleh dibeli oleh pembeli dengan KTP dari daerah asal tersebut.

"Kesana juga ndak bisa, kan pasti nunjukin KTP, pasti kalahnya disitu," terangnya.

Kini pihaknya berharap pemerintah bisa rutin mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi, sehingga penjual seperti dirinya tetap bisa membeli dan menjualnya lagi kepada masyarakat. (*/c1/mkr)

Baca juga: Kejaksaan Negeri Tulungagung Akan Lelang 5.292 Liter Solar Sitaan

Baca juga: KPK Telusuri Aliran Pemerasan Yang Dilakukan Bupati Tulungagung Non Aktif

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru