KLIKJATIM.com | GRESIK — Pemkab Gresik belum mampu memenuhi jatah kuota 500 ribu penerima bantuan iuran (PBI) Kartu Indonesian Sehat (KIS). Padahal bila kuota itu terpenuhi, Pemkab Gresik bisa mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warganya.
Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad mengatakan, SK dari Kementerian Sosial tentang jumlah warga Gresik yang dicover iuran PBI KIS sudah turun, dan jumlahnya tak mencapai 500 ribu orang.
Baca juga: Ratusan Pebasket Ramaikan Turnamen 3 on 3 Gressmall, Gresik Punya Lapangan Standar Internasional
“Dari kuota 500 ribu itu kita kurang 84 ribu, yang seharusnya bisa dicover JKN KIS dengan skema PBI,” tutur Muhammad.
Kepastian tersebut diterima setelah Komisi IV melakukan rapat kerja dengan Dinas Sosial (Dinsos) membahas Laporan Kinerja Pertangungjawaban (LKPj) tahun 2021.
Sebelumnya, pada penyusunan RAPBD Gresik 2022 kemarin anggaran kesehatan untuk mewujudkan UHC sudah dihitung dan bakal bisa diterapkan akhir tahun ini.
“Nanti setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2022. Jika kuota 500 ribu gakin di Gresik masuk DTKS sebagai peserta JKN KIS,” lanjut Muhammad.
Sementara itu, anggota Komisi IV lain, Bustami Hazim menyebutkan, Perhitungan awal kebutuhan anggaran untuk mewujdukan UHC 100 persen sekitar Rp 130 miliar dari APBD Gresik.
Baca juga: Otak Pemalsuan SK ASN Pemkab Gresik Ditangkap di Kalimantan Tengah
Sebab, kepesertaan BPJS Kesehatan masih mencapai 78.87 persen atau 1.012.604 jiwa dari total keseluruhan 1.283.961 jiwa masyarakat Gresik. Jika untuk mewujudkan UHC 95 persen, membutuhkan anggaran Rp 101 miliar dari APBD Gresik.
Ketika SK PBI sesuai DTKS Kemensos tersebut sudah sesuai dengan pengajuan kuota sebanyak 500 jiwa, maka anggaran yang dibutuhkan dalam APBD Gresik untuk mewujudukan UHC 100 persen hanya kurang sebesar Rp 30 miliar dari anggaran yang sudah ada.
“Saat ini, kepesertaan BPJS Kesehatan di Gresik sudah 82 persen,” imbuh Anggota Komisi IV, Bustami Hazim.
Baca juga: Polisi Kejar Terduga Penipu Berkedok Rekrutmen ASN di Gresik hingga Kalimantan
Ditambahkan politisi PKB ini, Dinas Sosial (Dinsos) Gresik sedang mencari kendala sulitnya memenuhi kuota tersebut. Sebab, kendalanya kemungkinan ada 2 hal.
Yakni, kesulitan menemukan gakin yang layak diusulkan sesuai dengan 14 kriteria miskin sesuai Badan Pusat Statistik (BPS) atau operator di pemerintahan desa tak menguplaod usulan dalam DTKS.
“Memang kalau acuannya persis dengan 14 kritera, sangat sulit,”pungkas dia. (*/c1/nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar