Belum Setor Laporan, Sejumlah Linmas di Bojonegoro Belum Terima Bayaran Pilkades

klikjatim.com
Kasatpol PP Bojonegoro, Arief Nanang. (Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Petugas Pelindung Masyarakat (Linmas) di beberapa desa di Bojonegoro belum menerima bayaran. Pasalnya, beberapa desa belum menyetorkan surat pertanggungjawaban (SPJ) usai pelaksanaan pilkades serentak pada 19 Februari 2020.

Kepala Satpol PP Bojonegoro Arief Nanang mengatakan, petugas linmas yang belum terbayar disebabkan belum mengirimkan SPJ dan rekening Bank Jatim. Sehingga, bayaran bagi linmas belum bisa dicairkan.

Baca juga: Disambut Bupati, Pelari “River Run” Kampanyekan Sungai Bersih di Bojonegoro

[irp]

"Dari 233 desa yang menggelar pilkades serentak, 80 persen sudah mengirimkan SPJ dan petugas linmas sudah menerima bayaran," katanya, di Bojonegoro, Sabtu (14/3/2020).

Baca juga: Drone Masuk Sawah! Teknologi Pertanian Presisi Uji Coba Pupuk Cair di Lahan 50 Hektare Bojonegoro

Dijelaskan, setiap anggota linmas mendapatkan bayaran Rp 300 ribu selama mengamankan pelaksanaan proses pilkades kemarin. Meski hanya Rp 300 ribu, namun pencairannya harus sesuai prosedur pelaporan. Pihak Satpol PP telah melakukan sosialisasi terkait prosedur tersebut sebelum pelaksanaan pilkades.

[irp]

Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro

"Kalau sudah mengirim SPJ dan rekeningnya nanti langsung akan ditransfer melalui rekening," ujar Arief Nanang.

Perlu diketahui pilkades serentak gelombang III digelar pada Rabu (19/02/2020) kemarin. Untuk biaya pengamanan yang dilaksanakan di 233 desa dari 28 kecamatan di Bojonegoro itu dianggarkan per desa polisi mendapat jatah pengamanan Rp 10 Juta, TNI dianggarkan Rp 2 juta, dan untuk Linmas sendiri mendapat Rp 300 ribu per orang. (af/mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru