Semen Indonesia Gelar Pelatihan Pertanian Hortikultura

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Tuban - Untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar pabrik, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban mengelar pelatihan tanaman hortikultura. BUMN semen ini mendatangkan tenaga ahli dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropik (Balitjestro). Kegiatan ini diikuti 25 orang perwakilan petani green belt di lahan pasca tambang Semen Indonesia.

[irp]General Manager of Mining & Raw Material, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk - Pabrik Tuban, Musiran mengatakan, pihkanya berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang didapat dan menularkan kepada seluruh anggota kelompoknya. Saat ini jumlah anggota Petani Gren Belt tercatat sebanyak 500 orang lebih yang berdomisili di sekitar perusahaan.Disebutkan, yang mewakili pada tahap pertama ini SIG membuat demplot seluas sekitar 3 hektare di lahan pasca tambang yang ditanami tanaman anggur sebanyak 250 pohon, kelengkeng sebanyak 150 pohon, dan tanaman jeruk sebanyak 150 pohon. “Sedangkan luas lahan greenbelt yang dikerjasamakan dengan Balitjestro seluas 7,75 hektare,” tandasnya.

Baca juga: Efisiensi dan Utilisasi untuk Ekspor, Jadi Kunci SIG Jaga Profitabilitas di Tengah Tantangan Pasar Domestik

[irp]Dikatakan, Greenbelt merupakan sabuk hijau yang mengelilingi bagian luar area tambang. Total luas greenbelt saat ini berkisar 98,53 hektare yang dikelola oleh kelompok-kelompok petani di sekitar perusahaan dan telah menjadi lahan pertanian yang subur. Perusahaan pun memberikan izin secara gratis untuk para petani agar memanfaatkan lahan greenbelt. Hasil pertaniannya pun sepenuhnya untuk petani penggarap.Kepala Balitjestro, Harwanto mengungkapkan, Balitjestro ditugaskan oleh Kementerian Pertanian untuk berinovasi dalam bidang pertanian. Selain itu, juga ditugaskan untuk menjalin sinergi dengan semua pihak untuk memajukan petani.Pihaknya bakal mendampingi petani selama 3 tahun ke depan untuk memberikan pengetahuan, baik sisi teori maupun praktik terkait sistem penanaman anggur, kelengkeng, jeruk, dan berbagai tanaman lainnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat sekitar di wilayah sekitar perusahaan.

Baca juga: Kuartal I-2025 Penjualan Semen dan Pendapatan SIG Jeblok

[irp]“Lahan pasca tambang semen itu image-nya lahan yang tidak berguna dan kritis. Tapi setelah kita kaji lebih jauh, lahan bekas tambang milik Semen Indonesia ini masih bisa kita gunakan untuk budidaya tanaman,” terangnya.Di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji, berharap lahan Green Belt ini dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar perusahaan. Sebab, lahan bekas tambang perusahaan semen terbesar ini juga memiliki banyak embung air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. “Tinggal kita bagaimana cara memanfaatkannya,” ujar Murtadji. (fif/roh)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru