KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Tulungagung menyayangkan adanya perusakan benda kuno. Agar tak ada lagi pengerusakan, masyarakat perlu diberikan edukasi.
Sekretaris TACB Tulungagung, Trijono mengatakan, minimnya edukasi jadi sebab utama pengerusakan tersebut. Sebab, sebagian warga tak mengetahui jika benda yang dirusak memiliki nilai sejarah.
Baca juga: Tarik Joran Pancing Kena Aliran Listrik, Pemancing Tulungagung Meregang Nyawa
"Ada juga pemahaman yang menganggap benda tersebut sebagai syirik," katanya, Senin (7/3/2022).
Trijono mencontohkan, perusakan batu bata di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol dan benda diduga cagar budaya.
Baca juga: Bahayakan Keselamatan, Tim Gabungan Tulungagung Pasang Perangkap Buaya
"Informasi yang kita terima, dulu ada bata bersusun yang ditemukan masyarakat, namun sekarang sudah habis barangnya, tidak jelas keberadaanya," terang Trijono.
Padahal menurutnya, penemuan benda cagar budaya bisa dijadikan sarana edukasi kepada masyarakat secara umum, serta menambah pengetahuan bagi generasi saat ini.
Baca juga: Tak Datang di Rapat, Ternyata Wakil Kepala Stasiun Tulungagung Meregang Nyawa di Kamar Kos
"Bagi masyarakat silahkan melapor jika menemukan benda diduga cagar budaya," pungkasnya.(mkr)
Editor : Iman