KLIKJATIM.Com | Surabaya—Angka stunting Jatim di tengah pandemi Covid-19 terus menurun. Di tahun 20219, angka stunting sebesar 26,85 persen. Sedangkan tahun 2021 berhasil turun menjadi 23,5 persen.
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin mengaku bahwa di tengah pandemi cukup sulit menurunkan angka stunting. Pasalnya, banyak posyandu tutup dan kader PKK serta tenaga kesehatan mengalami penyusutan.
Baca juga: Arumi Dardak Kembali Pimpin Perwosi Jatim Periode 2026-2030
Namun, melalui pengoptimalan pekarangan sebagai sumber cadangan pangan dan gizi keluarga serta pelaksanaan pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal, angka stunting secara perlahan bisa ditekan.
Baca juga: Padukan G7KAIH dan Program Gayatri, Arumi Bachsin Genjot Karakter Serta Gizi Ribuan Anak Bojonegoro
"Jadi ketika awal pandemi saya kira sulit menurunkan angka stunting. Tapi ternyata tidak. Penghargaan untuk tenaga kesehatan dan seluruh kader posyandu yang ikut berkontribusi di masa pandemi," kata Arumi, Rabu (23/2/2022).
Persoalan stunting sendiri, kata dia, mendapat atensi dan menjadi prioritas Pemprov Jatim dan TP PKK. Bahkan, dari isu stunting, ada 3 program yang sudah dikerjakan selama 3 tahun kepemimpinan Khofifah-Emil.
"Pada intinya PKK menjadi mitra Pemprov Jatim untuk membantu sehingga mampu meringankan beban masyarakat terutama isu stunting, covid-19 dan permasalah perekonomian keluarga," pungkasnya.(mkr)
Editor : Redaksi