KLIKJATIM.Com | Gresik--Industri logam hingga saat ini masih menjadi sektor unggulan dalam menopang ekonomi Jatim. Hal itu seperti disampaikan Pejabat (Pj) Sekda Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi.
Menurut wahid, dengan adanya pabrik pengolahan logam seperti Smelting dan Smelter Freeport di Gresik akan menambah nilai produksi pruduk loga di Jatim.
Baca juga: Fasilitas IPAL Belum Sesuai Standar, Operasional Dapur MBG di Kabupaten Gresik Dievaluasi
"Industri logam sebagai unggulan Jatim juga sudah ditetapkan dalam Perda No 3 Tahun 2019," katanya saat mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato dalam sesi grounbreaking perluasan kapasitas produksi PT Smelting di Gresik, Sabtu (19/2/2022).
Saat ini, lanjut wahid, di Jatim terdapat 191 unit industri logam, yang mencatat produksi Rp28,68 triliun di tahun 2021, dengan ekspor tahun 2020 sebesar 1,79 juta dolar AS, atau naik menjadi 3,23 juta dolar AS di tahun 2021.
"Dengan menjadikan industri logam sebagai unggulan Jatim akan meningkatkan ekonomi wilayah setempat, khususnya di Kabupaten Gresik yang mempunyai pabrik pengelolaan logam," tuturnya.
Baca juga: PT Smelting Buka Lowongan Foreman/Superintendent Warehouse, Penempatan Gresik
Dari segi pertumbuhan ekonomi sendiri, menurut wahid, selama ini ekonomi Jatim selalu mencapai di atas 5 persen, dan selalu berada di atas rata-rata nasional.
"Namun hadirnya COVID-19 membuat ekonomi Jatim turun tajam di tahun 2020 mencapai -2,33 persen, di bawah ekonomi nasional -2,07 persen. Dan berkat kerja keras semua pihak. Pada tahun 2021 krmbali meningkat tajam menjadi 3,57 persen, meski masih sedikit di bawah nasional 3,69 persen," ungkap dia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam kegiatan peletakan batu pertama perluasan pabrik PT Smelting di Kabupaten Gresik mengungkapkan, Indonesia memiliki cadangan bijih tembaga sebesar 3,1 miliar ton, yang diperkirakan akan habis dalam 30 tahun apabila tidak ada tambahan cadangan baru serta tingkat produksi 100 juta ton pertahun.
Baca juga: Pertahankan TOP CSR #Star 5 Selama Lima Tahun, Petrokimia Gresik Borong Penghargaan Nasional
"Karena itu peningkatan nilai tambah bijih tembaga diperlukan pembangunan pabrik baru atau ekspansi pabrik yang ada untuk esktraksi tembaga," kata dia.
Sehingga, diharapkan dengan keberadaan PT Smelting saat ini serta ekspansi yang akan dilakukannya dalam 2 tahun ke depan, maka akan meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian di Provinsi Jatim dan masyarakat serta lingkungan di Kabupaten Gresik.(mkr)
Editor : Abdul Aziz Qomar