Tiga Tahun Pimpin Jatim, Ini Pesan F-PKB Untuk Khofifah-Emil

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Dalam beberapa hari ke depan, genap tiga tahun sudah, Provinsi Jatim dipimpin oleh pasangan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakilnya, Emil Elestianto Dardak.

Berjalan tiga tahun, kepemimpinan mereka tentunya tak berjalan mulus begitu saja. Apalagi, satu tahun setelah mereka dilantik, pandemi Covid-19 melanda negeri ini, tak terkecuali di Jatim. Sejumlah catatan untuk mereka pun tak bisa dilepaskan.

Baca juga: Khofifah-Emil Ajak ASN Tanam Kebaikan, Berinovasi, dan Bersinergi Wujudkan Jatim Gerbang Baru Nusantara

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Fauzan Fuadi menilai, bahwa pasangan Khofifah-Emil pada dasarnya sudah kompak, bahkan solid. Hanya saja, ia berharap agar mereka bisa berlari lebih kencang lagi untuk mensejahterakan masyarakat Jatim.

"Semoga tetap kompak dan solid. Lari lebih kencang. Sat-set, wat-wet," ujar Fauzan kepada klikjatim.com, Rabu (9/2/2022).

Kendati demikian, Fauzan menyebut bahwa ada sejumlah program milik Pemprov Jatim yang harus ditingkatkan. Salah satunya, yakni program bagi guru Madin dan TPQ di Jatim.

Fauzan meminta, agar Pemprov Jatim bisa memberikan program yang lebih konkret lagi kepada para guru Madin dan TPQ yang ada di Jatim. "Guru Madin dan TPQ disentuh dengan program yang lebih kongkret," tegas Bendahara DPW PKB Jatim tersebut.

Sementara disinggung soal beasiswa pendidikan S1 dan S2 yang telah diberikan kepada para guru Madin dan TPQ di Jatim, Fauzan menilai jika hal itu masih kurang.

Baca juga: Khofifah - Emil Sementara Unggul di Beberapa Quick Count

"Ya ndak onok opo-opone toh mas (ya, tidak ada apa-apanya mas). Tahun 2022, BPOPDGS (Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta) saja tadinya hanya dianggarkan satu bulan setahun. Kalau bukan karena Fraksi PKB gebrak meja pada saat rapat timnggar, ya tidak akan ditambah menjadi enam bulan," bebernya.

"TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) harus bisa menerjemahkan rencana-rencana gubernur, jangan hanya pintar carmuk (cari muka)," imbuhnya.

Selain itu, program-program kerakyatan berupa bantuan modal yang ringan harus menjadi prioritas untuk di lakukan oleh Khofifah-Emil. Misalnya seperti Koperasi Wanita (Kopwan) yang kemarin di munculkan Gubernur sebelumnya yakni Pakde Karwo dengan bantuan modal 25 juta per kopwan.

Baca juga: KH Anwar Zahid Doakan Gus Muhaimin Presiden 2024

Menurutnya, hal itu perlu dihidupkan lagi sebagai daya pengungkit kebangkitan ekonomi masyarakat. "Iya kita akui ada yang gagal kemarin sehingga program kopwan itu berhenti. Namun kan banyak yang juga berhasil," ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, di sisi lain, ia juga meminta agar Khofifah-Emil bisa lebih memperhatikan lagi Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi, kata dia, Khofifah merupakan Ketua Umum PP Muslimat NU. Dan Emil, di Jepang sempat menjadi Ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU.

"Jangan tanggung-tanggung ngurus NU. Bu Khofifah, Ketua Umum PP Muslimat NU. Mas Emil di Jepang pernah Ketua PCI NU. Harusnya alokasi anggaran untuk warga NU ditingkatkan. Perhatian terhadap NU lahir batin, sama dengan garansi keberhasilan memimpin di Jatim. Di Jatim, 90 persen ya orang NU," pungkasnya.(mkr) 

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru