KLIKJATIM.Com | Surabaya - PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA Wilayah III Surabaya menargetkan kinerja penyaluran kredit bisa tumbuh 7,3 persen atau pencapaian sebesar Rp2,9 triliun pada 2022.
Kepala BCA Kanwil III Surabaya, Hendrik Sia mengatakan, secara nasional target pertumbuhan kredit BCA tahun ini ditetapkan 6 - 8 persen dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang mempengaruhi perkreditan seperti perkembangan pandemi Covid-19 yang masih akan mempengaruhi mobilitas masyarakat, termasuk tingkat suku bunga dan sebagainya.
Baca juga: Tukang Becak Pembobol Uang Nasabah BCA Rp320 Juta Dituntut 1 Tahun Penjara
"Meski di kuartal I ini kita khawatir karena kasus Covid-19 bertambah dan adanya PPKM yang berdampak pada pembatasan mobilitas masyarakat, namun kami optimis target pertumbuhan kredit ini bisa dicapai," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (8/2/2022).
Hendrik merinci, untuk tahun 2022 ini, khusus Small Medium Enterprise (SME) atau UMKM dan komersial ditarget tumbuh sebesar Rp1,9 triliun, sedangkan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) ditarget Rp1 triliun.
Sebagai catatan, per Desember 2021 lalu, secara nasional kredit BCA tumbuh 8,2% year on year (YoY) menjadi Rp 637 triliun. Angka ini lebih tinggi dari target pertumbuhan 6%. Kontribusi tertinggi dari kredit korporasi yang naik 12,3% YoY menjadi Rp 286,5 triliun, KPR tumbuh 8,2% YoY menjadi Rp 97,5 triliun. Kredit komersial dan UMKM (SME) juga naik 4,8% YoY menjadi Rp 195,8 triliun. Sementara rasio NPL terjaga di 2,2%, LAR turun menjadi 14,6�ri 18,8% di tahun 2021.
Baca juga: Ratusan Warganya Terdaftar Debitur Tanpa Akad, Belasan Kades Geruduk FIF
"Untuk BCA Wilayah III Surabaya, total kredit tumbuh 1,34% YoY menjadi Rp 39,6 triliun per Desember 2021. Itu terdiri dari Kredit Produktif Rp 24 triliun, yang mencakup SME Rp 7,3 triliun, komersial Rp 15,6 triliun, dan korporasi Rp 1,1 triliun. Sedang kredit konsumer Rp 15,5 triliun, yakni KPR Rp14,1 triliun dan KKB Rp1,4 triliun," beber Hendrik.
Untuk CASA di BCA Wilayah III Surabaya tahun 2021 tumbuh 11,1% YoY menjadi Rp 71,2 triliun, sedang deposito bertahan di Rp 17,1 triliun.
Sementara itu guna mencapai target pertumbuhan bisnis di tengah masih dihantuinya pandemi Covid-19 di 2022 ini, Hendrik menyebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Diantaranya adalah dengan menggelar sejumlah even secara hybrid, seperti BCA Expoversary.
Baca juga: OJK Terbitkan Peraturan Beri Keringanan Kredit
"Untuk memudahkan pembukaan rekening BCA, maka masyarakat dapat melakukan pembukaan rekening BCA secara Online tanpa perlu datang ke kantor cabang. Demikian juga untuk melayani transaksi nasabah secara online, BCA menyediakan Mobile BCA yang kini sudah dilengkapi dengan fitur Lifestyle untuk pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel, voucher game, dan lain-lain," ulasnya.
Sedangkan untuk melayani kebutuhan investasi nasabah dalam obligasi, reksadana maupun untuk kebutuhan proteksi berupa asuransi, lanjut dia, BCA menyediakan layanan online melalui aplikasi WELMA. (ris)
Editor : Redaksi