KLIKJATIM.Com | Gresik — Dinas Cipta Karya dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK & PKP) Kabupaten Gresik tengah merencanakan proyek revitalisasi program penataan kawasan Gresik Kota Bandar. Totalnya ada tujuh ruas jalan yang akan dilakukan revitalisasi di Kawasan Wisata Haritage Gresik.
Di antaranya adalah sepanjang Jalan Kramatlangon 319 meter, Jalan Malik Ibrahim 480 meter, Jalan Agus Salim 289 meter, Jalan KH. Zubair 625 meter, Jalan Basuki Rahmat 200 meter, Jalan AKS. Tubun 211 meter, dan Jalan Setia Budi 160 meter. Tujuh ruas jalan itu akan dilakukan revitalisasi drainase secara bertahap yang dimulai bulan Februari. Adapun program ini merupakan Nawa Karsa Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.
Baca juga: 88 Persen Warga Gresik Tinggal di Desa, Wabup Minta Program Pembangunan Diselaraskan
Kepala DCK & PKP Gresik, Ida Lailatus Sa'diyah menyampaikan, pihaknya sudah menargetkan untuk revitalisasi kawasan wisata haritage di Kabupaten Gresik selesai tahun ini. “Dengan beberapa tahapan yang akan dimulai dari bulan Februari ini,” ucap Ida sembari memaparkan materi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Pesisir Timur Segmen Heritage, Gresik Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Gresik, Jumat (28/1/2022).
Ida menjelaskan, desain grafis saluran drainase untuk revitalisasi di kawasan haritage adalah estimasinya 240 hari dari tujuh ruas jalan. Dengan anggaran dari APBN tahun 2021-2022.
“Sedangkan untuk anggaran APBD penataan kawasan tematik di Tahun 2021 sudah terealisasi Kampung Pecinan, dan masih ada tahap lanjutan juga di Kampung Pecinan, Kampung Kolonial Kelurahan Bedilan, dan Kampung Pribumi atau Peranakan Kelurahan Pekelingan di APBD tahun 2022 ini,” paparnya kepada para jurnalis di salah satu Cafe And Resto Gresik.
Adapun pembagian kawasan revitalisasi yakni Kawasan Kampung Arab di Jalan Agus Salim, Jalan Malik Ibrahim. Kawasan Kolonial, Jalan Basuki Rahmat. Dan Kawasan Pecinan, Jalan Setia Budi, Gang Klenteng. Dan Kawasan Pribumi.
Baca juga: Pemkab, Kampus, SMK dan Industri Duduk Bersama Bahas Masa Depan Tenaga Kerja Gresik
“Ini merupakan wisata haritage dari beberapa etnis di Kabupaten Gresik, sekaligus penataan promosi Gresik Kota Bandar yang sejak abad 17 pelabuhan Gresik menjadi tempat transit rempah-rempah,” tambah Ida.
Dia berharap, ke depan akan terus dilakukan perbaikan seperti menjadikan area bebas kabel di wisata haritage, dan tentunya saat proses revitalisasi drainase pasti akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Agar masyarakat dan pengendara tidak terganggu dengan pembangunan ini. (nul)
Editor : Redaksi