KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Bojonegoro disorot kalangan DPRD Bojonegoro. Di antaranya proyek pembangunan tugu atau icon di Bundaran Jetak.
Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Ahmad Shofiyuddin mengatakan, banyak pengerjaan proyek di Bojonegoro dikerjakan kurang maksimal. Terbukti, banyak proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan awal.
[irp]
"Beberapa proyek dikerjakan yang penting asal selesai. Tidak berdasarkan rencana awal," kata Gus Shofi, sapaan akrabnya, di Bojonegoro, Senin (2/3/2020).
Di antaranya, lanjut Gus Shofi, pengerjaan proyek tugu icon bunga di Bundaran Jetak. Gus Shofi menilai, pengerjaan proyek dengan menggunakan APBD 2019 itu tidak berdasarkan rencana awal.
Baca juga: Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro
"Tugu itu baru selesai dibangun Desember 2019. Baru beberapa bulan jadi, sekarang rencana mau diperbaiki lagi karena tidak sesuai awal. Lalu bagaimana dulu rencana awalnya, mestinya diamati dengan cermat," terang politisi PKB itu.
[irp]
Baca juga: Antisipasi Banjir, TNI dan Warga Sukorejo Gotong Royong Bersihkan Sungai Avur
Tidak hanya itu, pembangunan sejumlah trotoar di tepi jalan perkotaan Bojonegoro dan saluran air juga disoal kalangan wakil rakyat. Pasalnya, sejumlah trotoar dan saluran air yang dibangun ternyata konstruksinya tidak mampu mengatasi banjir di wilayah perkotaan.
"Faktanya, setiap kali hujan selalu banjir di wilayah perkotaan. Padahal sudah di perbaiki saluran airnya" pungkasnya. (af/mkr)
Editor : M Nur Afifullah