Tak Tega Lihat Nenek Hidup Sebatang Kara, Istri Bupati Sidoarjo Boyong Mbah Wiji ke Liponsos

klikjatim.com
Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo, Sa'adah Ahmad Muhdlor saat menjemput Mbah Wiji untuk diajak tinggal di Liponsos setempat. (Catur Rini/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Kondisi Mbah Wiji, seorang wanita lanjut usia (lansia) asal Kelurahan Cemengkalang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo membuat prihatin Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo, Sa'adah Ahmad Muhdlor. Pasalnya, nenek yang hidup sebatang kara tanpa sanak keluarga itu depresi setelah suaminya meninggal dunia.

Mbah Wiji yang berusia kurang lebih 68 tahun itu pun semakin memprihatinkan. Sebab tinggal di rumah tidak layak huni berukuran 3x3 meter hanya seorang diri.

Baca juga: MPM Connect Jadi Sarana Upgrade Skill Siswa SMK TSM Honda Binaan MPM Honda Jatim

Istri Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Sa'adah Ahmad Muhdlor yang mengetahui kondisi Mbah Wiji akhirnya tak tega. Dia berinisitif menjemputnya untuk dirawat di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo. Dan Selasa (25/1/2022) pagi tadi, Mbah Wiji pun diantarkan langsung ke Liponsos Sidoarjo yang berada di Kelurahan Sidokare.

Dia berharap, Mbah Wiji mendapatkan perawatan lebih baik selama di Liponsos Sidoarjo. "Kita tadi menjemput Lansia yang terindikasi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), namun sebenarnya beliau adalah Lansia yang linglung selepas ditinggal suaminya meninggal. Kondisi beliau seorang diri di rumah dengan kondisi rumah yang tidak layak huni dan akhirnya kita putuskan untuk diantarkan ke Liponsos, dengan harapan ada orang yang merawat dan beliau dapat hidup dengan tenang dan nyaman," terang Sa'adah.

Inisiatif untuk menjemput Lansia terlantar ini dilakukan setelah dirinya mendapatkan laporan dari masyarakat terhadap kondisi Mbah Wiji. Tanpa berpikir panjang, istri Bupati Sidoarjo tersebut langsung mendatangi rumah nenek yang memprihatinkan tersebut.

Baca juga: Semangat Hardiknas, MPM Honda Jatim Terima Ribuan Siswa SMK dalam Program Kunjungan Edukatif Industri

Begitu melihat kondisi rumahnya, Sa'adah benar-benar mengaku prihatin. Hidup seorang nenek yang seharusnya menikmati masa tua dengan indah, namun tidak bisa dirasakannya.

"Rumahnya berada di belakang rumah warga dan sangat tidak layak, hanya berukuran 3x3 meter atau mungkin tadi 2x3 meter dan rumah tersebut pasca kebakaran. Jadi memang nenek ini hidupnya betul-betul tidak hanya terlantar, namun bisa dibilang sangat memprihatinkan," paparnya.

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Sa'adah juga mengatakan, kondisi Lansia terlantar maupun ODGJ seperti ini harus benar-benar mendapat perhatian dari semua pihak. Keberadaan Liponsos pun sangat membantu untuk merawat orang-orang dengan kondisi tersebut.

Karena berada di Liponsos akan menjamin hidup lebih tenang dan nyaman dari pada berada di luar. "Di Liponsos ini ada tenaga kesehatan yang akan menanganinya. Dengan begitu, Bapak Ibu Lansia atau ODGJ dapat hidup lebih tenang dan nyaman dari pada hidup di luar sana," ujar Ning Sasha, panggilan Sa'adah Ahmad Muhdlor. (nul)

Editor : Catur Rini

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru