KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Klenteng Tjoe Tik Kiong di Kabupaten Tulungagung mulai berbenah untuk menyambut perayaan imlek tahun ini. Tampak sejumlah perhiasan dan pernik seperti lampion warna merah khas Imlek mulai dipasang di Klenteng Tjoe Tik Kiong yang sudah berusia 156 tahun ini.
Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing mengatakan, persiapan Klenteng Tjoe Tik Kiong menghadapi Imlek sudah mencapai 50%. Tahun ini pihaknya hanya akan memasang 200 lampu lampion di dalam Klenteng Tjoe Tik Kiong.
Baca juga: Tarik Joran Pancing Kena Aliran Listrik, Pemancing Tulungagung Meregang Nyawa
Sedangkan di luar ruangan tidak akan dipasang aksesories lainnya. Pasalnya jumlah lampion kali ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Sejauh ini persiapannya sudah 50 persen. Tahun ini lampion yang dipasang tak sebanyak tahun sebelumnya, serta Imlek akan diselenggarakan secara sederhana," ujarnya.
Klenteng Tjoe Tik Kiong juga tidak akan mengadakan sembahyang bersama sebelum Imlek. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerumunan yang bisa berpotensi menyebarkan Covid-19.
Baca juga: Bahayakan Keselamatan, Tim Gabungan Tulungagung Pasang Perangkap Buaya
Menurut dia, sembahyang akan dilakukan individu oleh umat secara sendiri-sendiri.
"Kita kan juga tidak tahu riwayat perjalanan umat ini. Makanya, untuk mencari amannya saja, sembahyang bersama-sama ditiadakan," jelasnya.
Tjio Jing Jing menyebut, tahun ini adalah tahun 2.573 dalam penanggalan Cina yang disimbolkan sebagai tahun macan air.
Baca juga: Tak Datang di Rapat, Ternyata Wakil Kepala Stasiun Tulungagung Meregang Nyawa di Kamar Kos
Diprediksi, pemilik Shio Naga akan memperoleh rezeki yang melimpah di tahun ini. Sedangkan 4 pemilik Shio lain yaitu Shio Monyet, Babi, Ular dan Macan diperkirakan aman mengalami kesialan.
"Makanya mereka yang sial ini diminta melakukan ritual. Ritualnya bisa dengan melepaskan makhluk hidup atau bersedekah," pungkasnya. (nul)
Editor : Iman