Kadin Jatim Fasilitasi UMKM Raih Sertifikasi Kurator

klikjatim.com
Ketua Kadin Jatim Andik Dwi Putranto

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur memfasilitasi pengurus asosiasi industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah itu untuk mendapatkan sertifikat kurator dengan memberikan pelatihan dan uji kompetensi skema pemeriksaan produk.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya, Senin, mengatakan sertifikat kurator sangat penting karena akan memudahkan IKM dan UMKM untuk melakukan kurasi produk.

Baca juga: Khofifah Pastikan KCL Singhasari Buka Prodi Digital Law dan Advanced Cyber Security pada 2027

"Nantinya, setelah pelaku IKM dan UMKM mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mereka mampu menularkan keilmuannya kepada anggotanya sehingga akan semakin banyak UMKM yang bergairah dan berjaya," katanya.

Adik berpesan jika nanti pelaku IKM dan UMKM mampu menjadi kurator, mereka akan dapat melakukan kurasi produk milik teman atau anggota masing-masing.

Baca juga: Dongkrak Kompetensi SDM, Terminal Teluk Lamong Bidik Pelayanan Prima Lintas Lini Organisasi

"Yang harus tetap dikedepankan adalah kode etik dan melakukan pemeriksaan dengan sebenar-benarnya. Harus amanah dan bertanggungjawab, sebab walaupun memiliki sertifikat tetapi jika tidak amanah, tidak kompeten dan tidak objektif itu sama saja dengan menjerumuskan teman sendiri," kata Adik.

Sementara itu, asosiasi IKM dan UMKM di Jawa Timur yang difasilitasi Kadin sebanyak 18 peserta, dan berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk dan Jember.

Baca juga: Polisi Tembak Kaki Jambret Penyebab Tewasnya ASN BPN Surabaya

Sementara itu, Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti mengatakan sertifikasi kurator sangat penting, sebab di Jatim saat ini telah menjadi salah satu kantong UMKM Jatim yang bergerak di bidang bordir dan sulam yang menjadi penggerak ekonomi Jawa Timur.

"Kurator sangat penting, karena produk IKM di Jatim memiliki potensi besar untuk melakukan ekspor, tetapi sejauh ini masih sedikit anggota kami yang merambah pasar ekspor secara langsung. Mereka kebanyakan bertransaksi dengan pihak ke dua atau broker," katanya. (ris/ant)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru