KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh jajaran Kemenag Jatim berbenah dan melakukan percepatan tranformasi digital.
Menurut Khofifah, transformasi digital menjadi kebutuhan untuk mempermudah koneksitas sistem yang ada. Ia juga menegaskan, bahwa tidak ada kata terlambat untuk melakukan improvement.
Baca juga: Jatim Raih Rekor MURI, Gubernur Khofifah dan PTA Surabaya Luncurkan Aplikasi Satria Majapahit Juara
"Ayo berbenah dan percepat transformasi digital terutama di titik-titik strategis," ungkap Khofifah saat menghadiri Anugerah Inovasi Madrasah Digital Jawa Timur 2021 di Hotel Vasa Surabaya, Senin (3/1/2022).
Dijelaskan, hampir di semua lini kehidupan saat ini selalu berkaitan dengan dunia digital. Seperti pendidikan, perdagangan, perbankan, kesehatan dan lainnya. Saat ini, dakwah secara digital pun sangat efektif dan jangkauannya sangat luas.
Selain itu, Khofifah juga mengajak para pendidik di madrasah untuk mengasah kemampuan di bidang teknologi digital secara konstruktif. Misalnya, anak-anak generasi Alfa dapat diedukasi agar memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal yang positif, konstruktif dan produktif.
Baca juga: Buka Expo Campus SMAN 1 Lamongan, Wabup Dirham Berbagi Tips Sukses Hadapi Era VUCA
"Jangan sampai kita menyesal karena mereka menggunakan alat komunikasi atau gadget untuk hal-hal yang tidak konstruktif yang tidak kita inginkan," pesannya.
Kendati demikian, satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah pentingnya pendidikan akhlak, karakter moral bagi generasi penerus bangsa khususnya generasi Alfa yang hal ini tidak bisa dilakukan melalui digital.
Menurut Khofifah, dalam proses pendidikan ada sisi - sisi yang hanya bisa dilakukan dengan memberikan contoh secara langsung seperti halnya pola-pola pengasuhan serta pendidikan sopan santun.
Baca juga: Kepergok di Sawah, Residivis Curanmor di Jember Babak Belur Dihajar Massa
Oleh karena itu, Khofifah meminta jajaran Kemenag dan para pendidik ustadz-ustadzah di madrasah duduk bersama mencari solusi agar dapat membekali generasi Alfa dengan adab, sopan santun, tata krama dan etika yang baik di era digital seperti saat ini.
"Kakanwil Kemang bersama tokoh pendidik dan pengasuh pondok pesantren bisa cocokan merumuskan format kurikulum bagaimana proses pendidikan ada ta'lim, tadris, ta'dib dan tarbiyah dimana tarbiyah dan ta'dib tidak bisa diberikan secara virtual maka kekuatan yang virtual dengan kekuatan yang Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mohon betul-betul kita hitung perimbangannya," pintanya.(mkr)
Editor : Redaksi