Pemkot Surabaya Tiadakan Acara CFD di Libur Tahun Baru

klikjatim.com
Kegiatan car free day di Surabaya ditiadakan selama libur Nataru 2022

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya bakal meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) pada libur Natal dan tahun baru (Nataru).  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya sengaja menghentikan CFD karena pembatasan kegiatan masyarakat pada akhir tahun sekaligus menghindari kerumunan.

Kadis DLH Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, peniadaan CFD kemarin untuk mendukung pemerintah pusat dalam mencegah Covid-19 selama Nataru. Pihaknya tidak mau mengambil risiko karena CFD biasanya menyedot ratusan pengunjung di satu lokasi.

Baca juga: EAZI Pangkas Waktu Pergantian Kapal Hingga 70 Persen, TPK Nilam Catat Rekor Arus Petikemas Tertinggi 2026

“CFD kami tiadakan dulu selama Nataru. Nanti tahun 2022 kami akan adakan kembali,” kata Suharto Wardoyo, Minggu (26/12).

CFD pekan lalu yang digelar di Kertajaya sebagai uji coba. Peminatnya cukup banyak. “Insya Allah, awal Januar 2022 kami adakan kembali. Tapi lihat situasinya (kasus Covid-19) juga. Semoga tidak ada penambahan kasus,” tuturnya.

Baca juga: Ketua Dekranasda Jatim Arumi Optimalkan Inovasi dan Pengembangan UMKM Wastra dan Kriya Jatim Melalui Swarna Wastra Nusan

Lokasi CFD tahun depan akan ditambah. Termasuk di Jalan Tunjungan yang sempat batal karena bersamaan dengan Tunjungan Romansa. Sesuai dengan Perwali Nomor 8 Tahun 2020, ada delapan lokasi pelaksanaan CFD di Surabaya. “Sementara ini dua lokasi dulu. Kembang Jepun dan Kertajaya. Nanti awal tahun 2022 kami buka semua,” jelasnya.

Tahun 2022 DLH akan dilebur bersama Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH). Suharto menyebut pelaksanaan CFD selanjutnya akan diputuskan oleh kepala DLH berdasar SOTK yang terbaru. “Nanti penentuan lokasinya pada kepala DLH 2022. Saat ini masih proses lelang. Saya tidak tahu siapa yang akan menjabat,” ungkapnya.

Baca juga: Pemprov Jatim Raih Opini WTP Sebelas Kali Berturut-Turut

Anang menyebut CFD di sepanjang jalan Kertajaya dibatasi hanya 300 orang saja. Berbeda dengan CFD Kembang Jepun yang dibatasi 200 orang. “Lokasinya kan lumayan panjang, mulai perempatan Kertajaya, Dharmawangsa hingga ke perempatan Menur. Jadi, pengunjungnya bisa mencapai 300 orang,” jelasnya.

Ia berharap dengan penambahan CFD masyarakat bisa memanfaatkan untuk berolahraga. Tidak terkonsentrasi di tengah kota seperti kawasan Raya Darmo atau Tunjungan. “Di pusat kota seperti Tunjungan kalau dibuka untuk CFD pasti banyak yang berduyun-duyun ke sana. Makanya, perlu ada lokasi lain,” katanya. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru