Gubernur Khofifah: Tanggungjawab Moral menjadi Benteng Mencegah Perilaku Korupsi

klikjatim.com
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sampaikan sambutan.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kekuatan tanggung jawab  dan moral merupakan benteng utama mencegah tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kesadaran tersebut harus dipupuk sejak dini sehingga penyimpangan tidak dilakukan ketika dewasa.

[irp]

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

Hal tersebut disampaikan Khofifah dalam puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021 dengan tema Satu Padu Bagun Budaya Anti Korupsi di Pondok Pesantren Bumi Shalawat, di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo Kota, Senin (13/12/2021) siang.

Ia menyebut, kekuatan tanggung jawab bisa menjadi benteng agar seseorang tidak tergoda saat dihadapkan kesempatan untuk korupsi. "Pondok pesantren juga terbukti mampu mendidik para santri memiliki integritas, akhlak dan moral untuk membangun nilai nilai kejujuran baik dalam bertindak maupun bersikap. Selain itu pesantren Bumi Sholawat memiliki kekuatan jaringan nasional dan internasional," tutur Khofifah.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

Ia menambahkan, bahwa pendidikan maupun ajaran di Ponpes telah memberikan resonansi yang sangat kuat dan luar biasa dalam membangun seluruh sikap, tindakan dan perilaku yang dikemas dalam pengajian pengajian produktif.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, bahwa pemberantasan koripsi sejatinya dilakukan di muaranya saja, namun juga aspek pendukung. Salah satunya adalah lembaga pendidikan pesantren. “Pondok pesantren selaku promotor awal pendidikan telah ada bahkan sebelum kemerdekaan. Ponpes seharusnya menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi,” teragnya. Gus Muhdlor berharap, Hakordia tahun ini bisa menjadi menjadi momentum memperkuat diri untuk Bangsa Indonesia yang lebih baik.

Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Agoes Ali Masyhuri perilau korupsi terjadi bukan saja karena ada kesempatan. Namun juga karena penyimpangan moral. “Pemberantasan korupsi harus lewat kesadaran diri sendiri, keluarga dan orang terdekat,” tuturnya. Ia mengapresiasi pemerintah memperhatikan secara serius penanganan korupsi. “Bangsa ini harus mampu menciptakan kondisi yang adil dalam kemakmuran serta makmur dalam keadilan,” imbuhnya. (bro)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru