Disperindag Akui Ada "Pungli" di Ceng Ho

klikjatim.com
Pedagang asongan berjualan dikawasan Pasar Wisata Ceng Ho keluhkan iuran mencekik

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan mengakui adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Paguyupan Pasar Wisata Ceng Ho Pandaan ke sejumlah pedagang asongan yang berjualan di kawasan tersebut. Namun, pungutan itu bersifat iuran.

[irp]

Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron

"Iya benar ada pungutan untuk pedagang asongan. Namun itu bersifat iuran kalau nominalnya saya tidak mengetahui," ungkap Kadis Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery melalui Kabid Kabid Pengelolaan Pasar, Suprato, Kamis (9/12/2021).

Pihaknya (Disperindag), tidak iku "cawe-cawe" adanya pungutan itu. Karena yang menarik iuran ke para pedagang asongan paguyupan sendiri. Menurutnya, pengelolaan pasar wisata Ceng Ho dikelola pihak paguyupan. "Dinas tidak ikut mengelola," jelasnya.

Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur

Soal adanya tarikan pembangunan kios untuk pedagang asongan khusus pedagang durian sebesar Rp 20 juta. Dirinya tidak mengetahui secara detail.

Warta sebelumnya, sejumlah pedagang asongan seperti mainan anak, bakso, kopi, durian dan lainnya tidak memiliki kios berjualan di kawasan pasar wisata Ceng Ho, Pandaan "menjerit" lantaran iuran yang "mencekik" yang diduga dilakukan paguyupan Pasar Wisata Ceng Ho. Pungutan berkedok iuran dinilai pedagang asongan sangat memberatkan mereka. (bro)

Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru