Polda Jatim Bongkar Sindikat Pemalsu Dokumen Kependudukan, Sebagian Hasil Digunakan Untuk Pilkada

klikjatim.com
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan barang bukti. (Niam Kurniawan/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Surabaya - Sindikat pembuat data kependudukan palsu dibongkar Mapolda Jatim. Satu tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti berupa KTP, KK, dan juga Paspor.

[irp]

Baca juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk 200 Balita dan Lansia

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, rencananya pembuatan identitas palsu tersebut memang sengaja dipesan oleh seseorang untuk kepentingan Pemilukada yang sebentar lagi bergolak di Jawa Timur.

[irp]

"Jadi ditemukan barang bukti berupa KK, KTP dan keterangan domisli yang akan digunakan untuk kepentingan pemilukada, pilkades dan ada juga paspor," ungkap Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani Surabaya, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, PLN Tebar Promo "Merdeka Daya": Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat PLN Mobile

Menurutnya, praktek tersebut telah dilakukan sampai di tingkat bawah. penggandan kartu identitas ini dilakukan secara acak. Dengan menggandakan identitas 1 nama menjadi beberapa nama di beberapa daerah lainnya.

"Ada beberapa stempel, dari dispenduk maupun kecamatan, dan desa. Orang sukabumi (misalnya) di buat di Ngawi, (dia) punya 2 identitas, utk pemilukada," jelas Luki.

Rencananya, pihaknya akan lebih gencar lagi dengan bekerja sama dengan Mapolda-mapolda di wilayah-wilayah lain. Serta KPU dan Bawaslu agar kejadian seperti ini tidak sampai dijumpai saat Pilkada berlangsung, mengingat tahun ini Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi besar-besaran dengan total sekitar 270 daerah.

Baca juga: DPRD Jember Soroti Anggaran Stiker Warga Miskin Rp 2,8 Miliar, Dinsos PPPA Beberkan Alasan Pengajuan

"Modus pemalsuan dokumen digunakan untuk menambah pendukung. Kami akan koordinasi dengan Dispendukcapil, KPU, Imigrasi dan intansi terkait," tandasnya. (nk/bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru