KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Tanggul Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ambles sedalam 2,5 meter. Akibatnya, rumah warga di sepanjang tanggul juga terancam longsor.
[irp]
Baca juga: Putaran Pembuka Moto3 Junior, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona
"Tanggul ini sudah satu bulan yang lalu sebenarnya, tapi sekarang yang parah yaitu penurunan tanah sedalam 170 sentimeter," Kepala Desa Kanor, Jono, Senin (6/12/2021).
Jono mengatakan, semula tanggul sudah mengalami penurunan sedalam 10 sentimeter. Kemudian pada September lali tanggul turun lagi 30 sentimeter. Penurunan terjadi lagi pada 5 Desember sedalam 60 sentimeter.
"Kemudian pada tanggal yang sama penurunan lagi sedalam 170 sentimeter," tambahnya.
Baca juga: Dukung Pemberdayaan Inklusi, BTPN Syariah Buka Lowongan Kerja Strategis untuk Profesional
Menurutnya, Pemdes Kanor sudah mengambil tindakan dengan mengadakan kerja bakti untuk pengambilan paving. Sebab, lokasi amblesnya tanggul itu memakan jalan desa. Selain itu juga telah membuat laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, serta Camat Kanor untuk kemudian diteruskan kepada Bupati Bojonegoro.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait dan sudah diteruskan kepada Bupati Bojonegoro,” lanjutnya.
Disinggung mengenai keberadaan dua titik lokasi tambang pasir, Kades Kanor menilai itu bukan salah satu penyebab amblesnya tanggul yang nyaris memakan rumah warganya. Lokasi kedua tambang pasir itu masing-masing berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi amblesnya tanggul.
Baca juga: Komitmen Dekarbonisasi, TPK Semarang Bangun Fondasi Data Emisi Terukur untuk Daya Saing Global
“Jadi itu (tambang pasir) bukan penyebab amblesnya tanggul,” pungkasnya.(mkr)
Editor : M Nur Afifullah