KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (18/11/2021) sore kemarin di kecamatan Pagerwojo Tulungagung mengakibatkan akses jalan keluar dan masuk spot pemancingan alam Ranu Gumbolo tertutup total.
[irp]Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Imbasnya puluhan pemancing dan wisatawan yang ada di lokasi kejadian tidak bisa kembali pulang karena akses melalui jalan darat tertutup total.
Hasilnya, mereka harus dievakuasi menggunakan perahu boat milik pengelola waduk Wonorejo Tulungagung.Ranu Gumbolo berada di lokasi cekungan yang dikelilingi perbukitan, lokasinya yang indah dan asri membuat spot ini kerap dijadikan lokasi mancing maupun lokasi wisata.
Kepala Bidang Logistik dan Kebencanaan BPBD Tulungagung, Nursono mengatakan, sampai Kamis malam, total sudah ada 12 pemancing dan wisatawan yang dievakusi dari Ranu Gumbolo.
“Karena semua jalur darat tidak bisa dilalui, mereka semuanya dievakuasi lewat air menggunakan perahu milik Waduk Wonorejo,” terang Nursono saat dikonfirmasi pada Kamis malam.
Nursono mengatakan, evakuasi dilakukan bertahap, 8 orang dievakuasi pertama kemudian 4 orang lainya di evakuasi pada kesempatan selanjutnya.
Mereka adalah pemancing dari sejumlah daerah di sekitar Tulungagung,lokasi mereka memancing sedikit jauh dari Ranu Gumbolo namun pihaknya memastikan mereka semua bisa dievakuasi.
“Semuanya selamat, bisa dievakuasi lewat jalur air. Kemudian ada kloter kedua sebanyak empat orang,” terang Nursono.
Nursono mengakui, selain pemancing, evakuasi juga dilakukan kepada pasangan muda mudi yang terjebak longsoran tersebut.
“Jadi semua aman, semua selamat dan proses evakuasi telah selesai,” ucap Nursono.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
Masih menurut Nursono,sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, disinggung mengenai titik longsira yang terjadi sepanjang Kamis sore ini, pihaknya mengaku masih melakukan pendataan. (rtn)
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Editor : Iman