KLIKJATIM.Com | Gresik — Hingga pertengahan bulan November ini perolehan pendapatan daerah Kabupaten Gresik masih di angka 72,4 persen.
[irp]
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Gresik Nuri Mardiana mengatakan per 11 November kemarin, Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara keseuruhan sudah mencapai 74,04 persen.
Angka itu menurut Nuri bagus lantaran 2021 terdapat gelombang pandemi cukup besar yang menghantam sejumlah sektor pendapatan.
Misalnya pajak hiburan yang baru mencapai 36,15 persen, karena saat PPKM kemarin praktis berhenti beroperasi.
Selain itu, sektor lain seperti restoran juga terdampak. Namun, penerimaan pajak dari sektor restoran ini tercatat sudah merangkak naik. Nuri menyebut capaiannya sudah hampir 70 persen.
"Pajak parkir yang juga bersangkutan dengan sektor di atas juga merangkak naik. Ini sudah 60 persen," jelasnya.
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Bupati Bojonegoro Ajak Perempuan Tampil di Garda Depan Pembangunan
Di sisa tahun anggaran ini, pihaknya berharap sektor yang masih jauh dari target itu bisa mengejar ketertinggalan. Apalagi belakangan ini penerimaan mulai naik.
Untuk mengejar ketertinggalan itu Nuri mengaku timnya sudah berupaya dengan maksimal. Seperti turun langsung ke lapangan hingga gencar sosialisasi. Terutama untuk capaian penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah realisasi 91,84 persen.
"Yang piutang PBB ini baru tertagih 15 persen, tapi itu sudah lumayan," paparnya.
Sejauh ini, masih ada sekitar 15 persen kekurangan penerimaan PAD hingga tutup tahun nanti. Padahal waktunya tinggal sebulan lagi. Nuri berharap hingga akhir tahun nanti, PAD bisa tercapai minimal 80 persen.
"Itu sudah bagus, kalau bisa lebih dari 80 persen karena tren sekarang ini sudah menunjukan peningkatan," tandasnya.
Sebelumnya, Tim Anggaran Pemkab maupun Badan Anggaran DPRD sudah mewanti-wanti terkait tidak tercapainya target pendapatan daerah. Apabila pendapatan terjadi loss target, dampaknya cukup besar. Pemkab Gresik terancam tak bisa membayar sejumlah proyek di tahun 2021 ini. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. (bro)
Editor : Abdul Aziz Qomar