Polisi Bongkar Makam Remaja Korban Laka Gresik Lakukan Keperluan Autopsi

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Polisi akhirnya menindak lanjuti kasus meninggalnya SF (16) warga Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik, dengan cara membongkar makam. Hingga kini misteri meninggalnya SF masih belum terang, sampai hasil autopsi berhasil keluar. 

[irp]

Baca juga: Dorong Eko-Eduwisata, CIMB Niaga Perkuat Konservasi Bambu Berkelanjutan di Lombok Tengah

Proses pembongkaran makam SF di Makam Islam Desa Petiken, Rabu (17/11/2021) dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Pembongkaran makam untuk keperluan autopsi itu dimulai sekitar pukul 09. 00 WIB. Di lokasi, proses autopsi dijaga ketat oleh aparat dan berlangsung tertutup. 

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, tindakan autopsi digelar supaya kasus meninggalnya SF ini lebih terang. Apakah memang ada modus pembunuhan atau memang murni korban laka lantas. 

“Kami akan melakukan penyelidikan ini secara prosedur, profesional sesuai dengan SOP yang ada. Setelah dilakukan autopsi dan hasilnya keluar, akan kami lakukan gelar dengan melibatkan ekternal maupun internal agar sifatnya bisa membuktikan mana yang benar,” ungkap  Kasat Reskrim Polres Gresik Wahyu. 

Kendati demikian, Wahyu mengaku hasil autopsi tidak bisa langsung dilihat. Perlu penelitian khusus dari dokter forensik. Dalam hal ini, pihaknya menyerahkan kepada tim Polda Jatim yang terlibat kapan hasil autopsi bisa tersajikan. 

“Hasil autposi dokter forensik yang tahu. Kita melakukan upaya secepat mungkin. Jadi tidak ada anggapan lain atau asumsi lain laka atau pembunuhan,” terangnya.

“Kami juga libatkan tim internal Polri dan Eksternal,” tambahnya. 

Pembongkaran makam tentu menjadi angin segar bagi Sujiadi (52) selaku ayah korban yang sebelumnya sempat mencari keadilan. Sujiadi meyakini, jika anaknya bukan meninggal karena kecelakaan. Melainkan disebakan korban tindak kejahatan. 

Kecurigaan itu semakin menguat saat pihak keluarga melihat jenazah korban yang hendak dikebumikan. Dimana tengkorak kepalanya remuk, ada semacam luka tusuk dan memar di sebagian tubuh. Ia menduga menjadi korban pembunuhan.

“Kami keluarga sudah setuju untuk melakukan autopsi ini agar pelaku terungkap sekaligus motifnya,” kata Sujiadi ayah korban saat berada di lokasi pemakaman anak keduanya. 

Baca juga: Hunian Sesak, Rutan Sumenep Alihkan 18 Narapidana ke Lapas Pamekasan

Sebagai diberitakan sebelumnya, kasus kematian bukan disebabkan kecelakaan semakin menguat, karena Sujiadi kerap didatangai beberapa orang untuk meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. 

Bahkan ada yang menawarkan santunan sejumlah uang untuk mencabut laporan tersebut. Anehnya, yang membuatnya tawaran damai tersebut datang dari pihak keluarga RN. Orang yang terakhir kali bersama SF sebelum ditemukan meninggal dunia. 

“Banyak kejanggalan, waktu kejadian RN sama SF anak saya ini kan boncengan. Kalau ini murni kecelakaan kok bisa anak saya saja yang meninggal atau luka. Sedangkan temannya baik-baik saja tidak ada goresan sama sekali,” bebernya. 

“Padahal temannya itu kehilangan sepeda motor. Katanya dibawa kabur orang pasca terjadi kecelakaan. Lah ini kok minta maaf dan minta agar kasusnya ditutup,” tambahnya. (rtn)

Baca juga: Raih Antusiasme Tinggi, Bupati Yes Pastikan Lamongan Tempo Doeloe Berlanjut Tahun Depan

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru