Tinjau Pelatihan Batik, Wali Kota Probolinggo : Pasang Harga yang Masuk Akal

klikjatim.com
(ist)

KLIKJATIM.Com | Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengingatkan kepada para pelaku usaha atau pengrajin batik di daerah setempat untuk terus menjaga mutu, kualitas dan harga. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri kegiatan pelatihan batik di Balai RW 1 Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, pada Jumat (12/11/2021).

[irp]

Di hadapan 30 peserta waktu itu, dia pun mewanti-wanti dalam berwirausaha harus yang sehat. “Persaingan yang sehat, rejeki tidak akan berubah atau berkurang. Jangan sampai menjelekkan satu dengan lainnya. Pasang harga yang masuk akal,” pesan Wali Kota Habib Hadi yang terlihat kasual pada siang itu seperti dilansir probolinggokota.go.id.

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Menurutnya, kekompakan perlu dijaga agar bisa menularkan rezeki pada pembatik lainnya saat menerima orderan berjumlah besar. “Rezeki itu perlu dibagi, kalau sudah dapat satu tidak mungkin dapat dua. Mari bersama untuk melangkah dan mengembangkan budaya khas Kota Probolinggo, yakni batik ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Habib Hadi juga menginginkan bahan-bahan yang dipakai dapat dibuat sendiri. Seperti malam (pewarna batik).

Baca juga: Kejari Probolinggo Kota Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Jika Kelurahan Sukabumi dengan potensinya bisa terus terjaga dengan baik akan dikembangkan lagi oleh pemerintah. Hal ini sejalan dengan keinginannya pada tahun 2022 mendatang membuat rumah batik. Wali Kota Hadi juga menyarankan kepada pembatik untuk dapat menggunakan media sosialnya (medsos) sebagai sarana promosi.

Dalam kesempatan ini, Kepala DPM-PTSP dan Naker Kota Probolinggo, Abbas juga mengingatkan kepada peserta pelatihan batik untuk mengurus izin usahanya. “Izin-izinnya yang belum punya segera ajukan OSS (online single submission). Harapan saya, semua punya izin masing-masing karena ke depan kami ingin mendirikan koperasi bersama. Dari kita untuk kita, dari pembatik untuk pembatik. Sehingga seandainya kekurangan modal atau bahan bisa saling mengisi dan saling membantu,” urainya. (*/nul)

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru