KLIKJATIM.Com | Surabaya - DPRD Jatim mendorong pihak Bank Jatim agar menerapkan 'politik' yang mampu meredam persaingan yang berat. Hal ini mengingat di tengah pandemi Covid-19 persaingan antar bank semakin berat terutama perkreditan.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Abdul Halim mengatakan, dalam kunjungan kerja di Bank Jatim cabang Bangkalan terungkap jika persaingan antar bank semakin berat. Mengingat bank lain meluncurkan berbagai program yang dapat menarik nasabah. Seperti halnya kredit bunga ringan atau tanpa jaminan.
"Berharap ada 'politik' yang mampu sedikit meredam persaingan yang memberatkan," ujar Halim saat dikonfirmasi, Rabu (10/11/2021).
Halim menyampaikan bahwa Bank Jatim harus bersiap diri untuk menyambut investor yang akan menanam saham. Apalagi di Bangkalan akan dibangun kilang minyak, sehingga diharapkan Bank Jatim harus bisa ambil bagian dalam investasi kilang minyak di Bangkalan.
Mengingat pembangunan kilang minyak bisa multiplayer efek yang didapatkan Kabupaten Bangkalan dan Pemprov Jatim. "Kami menyampaikan beberapa waktu yang lalu bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk menarik investor karena ada potensi gas yang luar biasa," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Komisi C juga mengapresiasi Bank Jatim Cabang Bangkalan mampu memproteksi terjadinya Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hingga di bawah ambang batas 5 persen. Padahal, masyarakat masih dihadapkan pandemi Covid-19 sehingga perekonomian merosot.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
"Kita apresiasi di tengah pandemi yang berkepanjangan Bank Jatim cabang Bangkalan mampu melakukan terobosan sehingga sehat," tuturnya.
Sementara Pemimpin Divisi Operasional Bank Jatim Cabang Bangkalan, Achmad Riyan Fatri menjelaskan, NPL tahun 2021 di bawah 5 persen yakni 1,5 persen. Bank Jatim optimis pencapaian target penyelesaian NPL 1,5 persen bisa teratasi.
"Di beberapa hal yang ditindaklanjuti NPL yang meninggal dunia akan kita proses, bisa diteruskan anaknya karena usahanya masih ada. Kalau tidak ada, yang tidak bisa diperpanjang," paparnya.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Bank Jatim Cabang Bangkalan menargetkan untuk ke depannya agar NPL bisa turun seperti 2020 yakni 0,8 persen. Bank Jatim benar-benar memprioritaskan nasabah yang mengajukan kredit sesuai kebutuhan dalam rangka pengembangan UMKM.
"Kenapa NPL bisa di bawah 5 persen karena kita selektif pemilihan nasabah. Dengan upaya kami Bank Jatim bisa berjalan baik," pungkasnya.
Sebagai informasi, Komisi C DPRD Jatim yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Jatim, Abdul Halim dan diikuti anggota komisi C lainnya melakukan pertemuan dengan perwakilan Bank Jatim di Kantor Cabang Bangkalan, Madura. (nul)
Editor : Redaksi