Pneumonia Rawan Dialami Balita, Tahun Ini Tercatat 211 Kasus di Kota Blitar

klikjatim.com
ilustrasi : Pneumonia rawan dialami balita. (ist)

KLIKJATIM.Com | Blitar – Jumlah kasus pneumonia atau radang paru-paru pada balita (Anak di Bawah Lima Tahun) di Kota Blitar selama tahun 2021 hingga awal November tercatat ada 211 kasus. Dibandingkan tahun kemarin sampai bulan September yang mencapai 332 kasus, memang terlihat adanya penurunan dari sisi jumlah kasus.

[irp]

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Meski demikian, tapi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat masih terus memberikan perhatian serius dalam penanganan kasus pneumonia pada balita tersebut. Sebab pneumonia atau radang paru-paru ini menjadi penyakit yang rawan dialami balita dibandingkan usia dewasa.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini menjelaskan, upaya pencegahan pneumonia juga diikuti dengan penanggulangan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pasalnya ISPA yang terjadi pada infeksi bagian bawah atau paru-paru dapat menyebabkan pneumonia.

Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan

“Penanganan pneumonia ini juga disesuaikan dengan penyebabnya, apakah dari virus, bakteri atau jamur. Jadi pemeriksaan atau penanganan mulai skrining hingga perawatan dilakukan sesuai dengan penyebabnya,” jelas Dissie seperti dilansir dalam website resmi Pemkot Blitar pada Selasa (9/11/2021).

Menurutnya, semua usia beresiko terpapar pneumonia. Tapi pada balita potensi tertularnya lebih tinggi.

Baca juga: Blitar BerStylo Bersama: Pererat Kebersamaan Pengguna New Honda Stylo 160

“Balita ini memang lebih rawan, karena balita tidak dapat mengeluarkan dahak secara sendiri. Jadi, sehingga dahaknya masuk ke paru-paru dan berlanjut menjadi radang,” paparnya.

Dissie pun mengimbau agar orang tua waspada terhadap kesehatan balita. Minimal harus membiasakan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (*/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru