KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kebakaran di rumah Suharyono (51) warga desa Ngranti kecamatan Boyolangu Tulungagung, pada Rabu (27/10/2021) sore kemarin.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
[irp]
Kebakaran yang menghabiskan bangunan atap milik korban ini sempat meresahkan warga sekitar, pasalnya warga panik kebakaran tersebut merembet ke bangunan lain yang ada di sekitarnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, 4 unit mobil Damkar yang diterjunkan ke lokasi kejadian berhasil memadamkan api dan melanjutkannya dengan pembasahan.Kabid Damkar Satpol PP Tulungagung, Gatot Sunu mengatakan, pihaknya yang menerima laporan kebakaran tersebut sore sekitar pukul 17.00 WIB.
"Kita mendapatkan laporan pada sekitar pukul 17.00 WIB," ujarnya.
Menurut keterangan pemiliki pembakaran genteng, aktifitas membakar genteng di lokasi tersebut dilakukan sejak Rabu dinihari pukul 01.00 WIB, kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, api pembakaran hendak dipadamkan oleh pemiliknya.
Namun sekitar 30 menit usai pemadaman, bara api yang dikira sudah padam tersebut semakin membesar dan menyambar atap bangunan yang ada di atasnya.
Mengetahui keadaan ini, korban dan tetangganya langsung berupaya memadamkan api dengan berbagai cara,namun karena lokasinya ada di bagian atas sehingga pemadaman tidak bisa dilakukan dengan maksimal.
"Jadi tau kalau membakar atap itu akhirnya langsung minta tolong warga sekitar untuk dipadamkan bersama sama, walaupun hasilnya tidak maksimal,"ucapnya.
Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
Gatot mengaku tidak menemui kendala berarti saat pemadaman, lokasinya yang ada di pinggir jalan memudahkan proses pemadaman dan pembasahan.
"Kendala saat pemadaman tidak ada, beruntung api bisa langsung dipadamkan dan dilanjutkan dengan pembasahan untuk mengantisipasi kebakaran susulan,"ucapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material ditafsir mencapai puluhan juta rupiah. (rtn)
Editor : Iman