PJB Hasilkan Green Energy 86.54 GWh

klikjatim.com

KLIKJATIM. Com | Surabaya--PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) terus menaikan sumbangsihnya terhadap bauran energi  nasional dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya melalui Go Live Co-Firing PLTU Pulang Pisau yang bisa menopang EBT nasional.

[irp]

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

Direktur Utama PT PJB Gong Matua Hasibuan menuturkan, Co-Firing merupakan penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler PLTU batubara. Proses Co-Firing dilakukan tanpa menambah biaya ataupun membangun pembangkit EBT (biomassa) baru, sehingga lebih kompetitif. 

“Benefit yang dihasilkan dari program co-firing pada PLTU batubara adalah reduksi emisi serta penghematan BPP, sehingga dapat mendorong Indonesia menjadi lebih hijau,” katanya, Selasa (26/10/2021).

Ia melanjutkan, PJB berkomitmen dalam menjalankan bisnisnya, termasuk tumbuh berkembang bersama lingkungan di sekitarnya. Salah satunya melalui implementasi Co-Firing yang digencarkan PJB.

“Dengan Co-Firing di PLTU, PJB ikut berpasitipasi dalam pengembangan energi yang lebih ramah, mengubah limbah serbuk kayu dari bahan organik atau batang pohon menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan batubara,” jelasnya.

Saat ini, katanya, pemerintah tengah mengupayakan adanya terobosan pemanfaatan biomassa guna mengurangi peran batubara yang masih dominan secara nasional dan mendorong capaian target bauran EBT pada 2025 sebesar 23 persen, termasuk didalamnya mendorong pemanfaatan biomassa untuk Co-Firing.

Baca juga: Pascagempa M7,7 Flores: Pasokan Listrik Utama PLN Pulih 100 Persen, Fokus Perbaiki Jaringan Distribusi ke Warga

Ia menambahkan, Co-firing PLTU merupakan bagian dari upaya PJB dalam mendukung isu strategis dan global untuk memenuhi Paris Agreement dan juga mendukung transformasi PLN pada pilar Green.

Co-Firing sendiri telah diinisiasi PJB sejak 2018. Waktu itu diawali dengan kajian yang melibatkan Lembaga Perguruan Tinggi, simulasi dan pemodelan numerik dengan bantuan komputasi modern. 

Sampai tahun ini, katanya, pihaknya telah melaksanakan uji coba pada 16 PLTU baik di Jawa maupun di luar Jawa dengan presentase Co-Firing 1-20 persen, menjadikan PJB sebagai perusahaan pembangkit yang terdepan pada inovasi Co-Firing di Indonesia.

Baca juga: Gelar Honda AT Family Day di Bojonegoro, MPM Hati-Hati Manjakan Warga lewat Hiburan dan Promo Menarik

Hingga bulan Oktober 2021, PJB telah berhasil memproduksi Green Energy dengan total sebesar 86.54 GWh. Rinciannya meliputi Paiton1-2 (37,311.62 MWh), Pacitan (18,180.62 MWh), Rembang (9,251.80 MWh), Paiton 9 (12,506.52 MWh), Tanjung Awar-Awar (1,480.78 MWh), Indramayu (5,353.48 MWh), Ketapang (118.33 MWh), Anggrek (2,287.34 MWh), dan Bolok (10.99 MWh) serta Ropa (35.08 MWh).

Komersialisasi Co-Firing di PLTU Pulang Pisau ini akan semakin mendorong PJB untuk konsisten dan bertahap mengimplementasikan di unit-unit PJB lainnya di Indonesia. Tidak hanya bertujuan dalam menghijaukan PLTU, tetapi juga bersama-sama dengan PLN dan pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang menggalakkan penggunaan EBT sebagai sumber energi listrik.(*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru