KLIKJATIM.Com | Gresik — Anak inisial PN (6) Desa Cengkir Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro meninggal saat bermain wisata di Wisata Bajak Laut Desa Masangan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Sedangkan korban ADDA (5) asal Desa Cengkir Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro masih opname dirawat di RS Muhammdiyah Lamongan.
Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
[irp]
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (20/10/2021). Saat itu dua korban bersama rombongan Sekolah TK Ahmad Jaya Desa Cengkir Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro sedang berwisata ke lokasi.
Saat bermain di kolam renang bersama teman-temannya, korban sudah ditemukan meninggal dalam kedalaman kolam 40 cm.
Kapolsek Bungah AKP Sujiran menerangkan, dua korban datang berwisata ke lokasi setelah datang datang dari wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS).
“Ada sekitar 70 orang beserta guru dan orang tua dari rombongan itu,” ucapnya.
Perwira tiga balok itu menyebut, saat korban bermain wisata kedua orang tua korban ada di Kamar Mandi.
“Ini termasuk kelalaian orang tua, saat korban sama teman-temannya bermain seluncuran di kolam, saat lihat ke kolam, dua anak sudah ditolong penjaga wisata, ” ujarnya.
Diakuinya, ada dugaan imbas dorongan dari teman-teman saat main prosotan seluncuran kolam, karena kolam hanya se lutut anak-anak, lalu jatuh dan banyak memasukkan air.
“Kejadian itu belum sampai setengah jam saat rombongan datang ke lokasi,” tambahnya.
Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
Kedua korban lalu dilarikan ke RS Mabbarot Bungah Dan RS Muhammdiyah Lamongan.
“Korban PN meninggal saat perjalanan menuju RS Mabarrot Bungah, korban ADDA dirujuk dan dirawat di RS Muhammdiyah Lamongan. Korban ADDA opname di Rumah Sakit dan masih bisa manggil mama,” bebernya, Rabu (20/10 /2021).
Di lokasi, polisi sudah memasang police line di pintu masuk wisata. Dan Polisi juga melakukan visum kepada dua korban.
“Tidak ada tanda luka, hanya ada air dari mulutnya. Dan Keluarga korban membuat surat pernyataan menerima kematian anaknya sebagai musibah,”pungkas Mantan Kapolsek Tambak Pulau Bawean itu. (ris)
Editor : Redaksi